Ajang pameran seni bertajuk "Ini Mimpiku" dalam rangkaian Canvas of Dreams 2026 resmi menjadi ruang apresiasi bagi kreativitas pelajar tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) dari berbagai penjuru tanah air. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Harian Kompas ini memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada anak-anak Indonesia, termasuk para penyandang disabilitas, untuk mengasah bakat sekaligus menampilkan karya terbaik mereka kepada publik. Antusiasme peserta terbukti sangat tinggi, di mana panitia berhasil menghimpun seribu karya seni yang berasal dari 113 kabupaten/kota di 26 provinsi hanya dalam rentang waktu pendaftaran sekitar satu bulan.
Ketua Panitia Canvas of Dreams 2026, Wawan, menjelaskan bahwa seluruh karya yang masuk telah melalui tahapan kurasi hingga terpilih 103 karya yang masuk ke dalam daftar nominasi pemenang. Daftar nominasi tersebut sebelumnya telah dirilis secara resmi oleh Harian Kompas pada tanggal 24 Juli 2026. Dari total 103 nominasi itu, panitia kemudian menentukan 10 karya pemenang yang terbagi ke dalam beberapa kategori, yaitu lukisan, komik, cerita pendek (cerpen), puisi, serta video pendek. Menurut Wawan, seluruh karya yang dikirimkan oleh para pelajar memiliki kualitas yang sangat baik sehingga layak untuk mendapatkan apresiasi.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul menyampaikan apresiasinya secara langsung saat meninjau pameran yang berlokasi di Galeri Bentara Budaya, Menara Kompas Lantai 8, Jakarta, pada Senin (27/7/2026). Ia menilai penyelenggaraan acara oleh Kompas ini mampu memotivasi anak-anak Indonesia dalam menumpahkan beragam bakat yang mereka miliki, mulai dari minat di bidang melukis, menulis, hingga hobi fotografi. Gus Ipul menegaskan bahwa esensi terpenting dari kegiatan tersebut bukanlah sekadar tentang siapa yang keluar sebagai pemenang, melainkan tentang keberanian anak-anak untuk tampil serta adanya kesempatan yang tercipta bagi mereka. Ia pun berharap pameran serupa dapat kembali diselenggarakan di masa mendatang dengan melibatkan lebih banyak peserta dari kalangan anak-anak.
PFI Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau

Selain menampilkan pameran karya visual dan literasi, ajang "Ini Mimpiku" juga dimeriahkan oleh pentas seni dari sejumlah murid Sekolah Rakyat. Para siswa yang berasal dari SRMA 9 Jakarta dan SRMA 10 Jakarta turut unjuk kebolehan dengan mementaskan pertunjukan paduan suara serta pembacaan puisi. Anak-anak tersebut tampil dengan percaya diri saat melantunkan bait demi bait lagu secara bergantian, yang kemudian disambut dengan tepuk tangan meriah dari para hadirin. Gus Ipul menjelaskan bahwa para siswa yang tampil tersebut telah memperoleh pendidikan di Sekolah Rakyat selama satu tahun, dan mereka berasal dari dua lokasi sekolah, yakni satu di Pondok Indah dan satu di Pasar Rebo.
Dukungan dan apresiasi terhadap kreativitas para pelajar juga datang dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu鈥檛i. Ia menilai pameran seni tersebut sangat membantu banyak pelajar dalam mengekspresikan semangat serta ide-ide hebat yang mereka miliki melalui media karya seni. Setelah melihat langsung berbagai karya yang dipamerkan, Abdul Mu'ti mengungkapkan keyakinannya bahwa melalui berbagai prestasi dan ajang seperti ini, visi Indonesia Emas 2045 yang diadakan oleh Presiden Prabowo Subianto akan dapat terwujud.
Ralph Lauren Jadi Sasaran Boikot Usai Gandeng Gal Gadot sebagai Model

Dalam peninjauan di pameran tersebut, Gus Ipul hadir didampingi oleh Staf Khusus Menteri Sosial Bidang Komunikasi dan Media Massa Fatkhurohman Taufik. Kehadiran jajaran pemerintahan ini juga disambut dan ditemani langsung oleh jajaran pimpinan dari pihak penyelenggara, antara lain CEO KG Media Andy Budiman Kumala, Wakil Pemimpin Umum Harian Kompas Tri Agung Kristanto, serta Pemimpin Redaksi Harian Kompas (Kompas.id) Haryo Damardono. Selain itu, turut hadir pula Direktur Bisnis Harian Kompas (Kompas.id) Lukminto Wibowo dan Direktur Corporate Communication Kompas Gramedia Glory Oyong yang bersama-sama meninjau hasil kreativitas anak-anak bangsa di galeri tersebut.






