Integrasi penuh sistem belanja sosial akhirnya terwujud setelah proses migrasi tiktok shop ke tokopedia dinyatakan rampung 100 persen per 27 Maret 2024. Rampungnya proses ini menandai babak baru kolaborasi kedua platform yang telah diinisiasi sejak 12 Desember 2023. Dengan rampungnya integrasi ini, seluruh aktivitas belanja dan transaksi elektronik yang sebelumnya berada di bawah naungan TikTok kini sepenuhnya dikelola oleh sistem Tokopedia guna mematuhi regulasi perdagangan elektronik di Indonesia.
Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan sebelumnya memberikan tenggat waktu transisi selama empat bulan hingga pertengahan April 2024 agar pihak pengelola dapat menyesuaikan diri dengan Permendag 31/2023. Selama masa transisi tersebut, perkembangan integrasi sistem sempat mencatatkan angka di atas 87 persen sebelum akhirnya diselesaikan secara menyeluruh. Direktur Utama Tokopedia, Melissa Siska Juminto, juga telah menemui Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan pada 2 April 2024 untuk melaporkan perkembangan kolaborasi dan transisi sistem elektronik yang telah selesai 100 persen ini.
Bahlil, Harga Minyak Dunia Seperti Orang Sakit Malaria

Bagi konsumen yang ingin berbelanja, sistem baru pascamigrasi ini mengubah alur transaksi secara otomatis demi keamanan konsumen. Ketika Anda menekan ikon TikTok Shop di dalam aplikasi TikTok, sistem akan langsung mengarahkan Anda masuk ke domain Tokopedia. Seluruh proses pembayaran yang dulunya diproses langsung lewat sistem elektronik TikTok, kini secara penuh ditangani oleh sistem pembayaran elektronik milik Tokopedia. Selain itu, sebagai bagian dari penyempurnaan sistem belanja ini, pihak pengelola juga menambahkan tautan atau link khusus bagi konsumen untuk mengunduh invoice belanja secara langsung, meniru fungsionalitas yang ada pada aplikasi Tokopedia standar sebagaimana sempat dicatatkan oleh Isy Karim dari Kementerian Perdagangan.
Pengaturan privasi data juga menjadi poin penting yang perlu dipahami oleh para pengguna dalam proses migrasi tiktok shop ke tokopedia ini. Untuk menjaga keamanan data pribadi dan isolasi data antara media sosial dan e-commerce, sistem memisahkan identitas pengguna (user ID) antara akun utama TikTok dan akun belanja TikTok Shop. Anda memiliki kendali penuh atas data penjelajahan Anda sendiri. Jika Anda tidak ingin riwayat tontonan video atau views di aplikasi TikTok dibagikan untuk kepentingan e-commerce, Anda dapat mematikan fitur pembagian data tersebut secara mandiri melalui pengaturan privasi yang disediakan oleh sistem.
Bahlil Sentil Negara yang Dorong Energi Bersih tapi Borong Batu Bara RI

Langkah penggabungan sistem ini dilakukan setelah TikTok menyelesaikan investasi senilai 1,5 miliar dolar AS ke Tokopedia. Melalui kesepakatan tersebut, operasional bisnis TikTok Shop Indonesia kini berada di bawah kendali PT Tokopedia, dengan komposisi pemegang saham yang melibatkan GOTO dan TikTok sebagai pengendali utama. Perubahan ini menjadi sangat signifikan bagi ekosistem digital nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2022 saja, sekitar 41,3 persen pelaku usaha online di Indonesia sudah memanfaatkan media sosial sebagai sarana untuk memasarkan dan menjual barang dagangan mereka, sehingga kepatuhan regulasi e-commerce menjadi hal krusial bagi kelangsungan bisnis digital.






