Pemerintah Kota Jakarta Pusat merencanakan relokasi pedagang yang berjualan di atas trotoar Jalan Kalibaru Timur, Kemayoran, ke Pasar Nangka Bungur. Penataan trotoar dan pemindahan pedagang ini ditujukan untuk mengembalikan fungsi fasilitas pejalan kaki sekaligus menata keteraturan aktivitas perdagangan di kawasan tersebut.
Berdasarkan pantauan pada Kamis (10/9/2026), para pedagang masih beraktivitas dan membuka lapak di sepanjang trotoar Jalan Kalibaru Timur. Keberadaan lapak-lapak tersebut memenuhi ruang pedestrian pejalan kaki. Selain itu, aktivitas perdagangan di pinggir jalan turut berdampak pada kelancaran arus lalu lintas akibat parkir kendaraan para pembeli serta kegiatan bongkar muat barang dagangan di sekitar lokasi.
Nekat Tempel 10 Kg Emas di Tubuh, WNA China Ditangkap di Bandara Bali

Rencana relokasi ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Jakarta Pusat dalam menata kawasan Pasar Nangka Bungur. Bangunan Pasar Nangka Bungur sendiri telah direvitalisasi dan memiliki fasilitas tempat usaha yang memadai bagi para pedagang. Kendati demikian, sebagian pedagang memilih tetap bertahan berjualan di trotoar meski telah memiliki kios atau los di dalam pasar. Hal itu dilakukan karena posisi di pinggir jalan dinilai lebih mudah dijangkau oleh konsumen, yang kemudian mengakibatkan aktivitas perdagangan di dalam gedung Pasar Nangka Bungur menjadi sepi pembeli.
Pelaksanaan penataan ke depan juga perlu memperhitungkan kapasitas daya tampung Pasar Nangka Bungur. Saat ini, pasar tersebut masih difungsikan sebagai lokasi penampungan sementara bagi para pedagang dari Pasar Gardu Asem yang sedang menjalani proses revitalisasi. Pembangunan revitalisasi Pasar Gardu Asem menargetkan sebanyak 208 tempat usaha, yang terdiri atas 80 kios dan 128 los.
Refleksi Setahun Purbaya Jadi Menkeu, Harusnya Kita Bisa Tumbuh Lebih Cepat

Melalui program relokasi ini, pemerintah berharap kawasan trotoar dapat kembali berfungsi optimal bagi pejalan kaki serta aktivitas perdagangan di dalam pasar menjadi lebih hidup. Keberhasilan penataan tersebut rencananya didukung dengan pengelolaan akses masuk, penyediaan area parkir, pemeliharaan kebersihan, pembagian zonasi pedagang, hingga peningkatan kenyamanan bagi para konsumen.






