Keterbatasan akses dan fasilitas tidak menjadi penghalang bagi seorang pelajar asal Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, untuk mengukir prestasi gemilang di tingkat internasional. Muhammad Wildan Al Ghozali, yang saat ini berstatus sebagai pelajar kelas sebelas di MAN 1 Kotawaringin Timur, berhasil mencatatkan namanya dalam jajaran bergengsi Hall of Fame milik Departemen Pendidikan Amerika Serikat atau U.S. Department of Education. Penghargaan tingkat global ini diperoleh setelah dirinya memberikan kontribusi penting dalam menemukan celah keamanan siber secara etis pada sistem lembaga negara tersebut. Keberhasilan ini bermula dari laporan temuan kerentanan yang ia kirimkan melalui mekanisme pengungkapan yang bertanggung jawab atau responsible disclosure.
Pencapaian Wildan bermula ketika ia mengikuti program di platform Bugcrowd, sebuah wadah yang mempertemukan berbagai organisasi dengan jaringan peneliti keamanan siber independen dari seluruh dunia. Dalam proses pengujiannya, Wildan memanfaatkan teknik pencarian spesifik yang dikenal sebagai Google Dorking untuk melacak informasi yang berpotensi mengarah pada kerentanan suatu sistem. Melalui metode analisis tersebut, ia berhasil menemukan sebuah berkas yang memuat data sensitif. Setelah ditelaah lebih lanjut, celah keamanan tersebut diidentifikasi sebagai kebocoran informasi atau information disclosure, sebuah kerentanan yang dapat disalahgunakan pihak tidak bertanggung jawab jika tidak segera ditangani.








