Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisPeristiwaNasionalInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiHiburanBeritaPopuler
Beranda/Politik

Pemerintah Turki Perluas Kontrol Siber, Platform Daring Wajib Eksekusi Perintah Darurat dalam Dua Jam

Marthen PalutunganDiterbitkan 10 Agu 2026 - 01.22 · 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Pemerintah Turki Perluas Kontrol Siber, Platform Daring Wajib Eksekusi Perintah Darurat dalam Dua Jam
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Pemerintah Turki resmi memperluas kewenangan atas ruang digital melalui aturan keamanan siber baru yang mulai berlaku pada akhir Juli. Regulasi ini memberikan kekuasaan besar kepada kantor Presiden Recep Tayyip Erdogan untuk mengendalikan arus informasi dan infrastruktur internet di negara tersebut. Di bawah kerangka baru ini, Direktorat Keamanan Siber Turki yang beroperasi langsung di bawah kantor presiden berwenang mengeluarkan perintah darurat kepada penyedia layanan digital.

Berdasarkan aturan yang baru diundangkan tersebut, operator telekomunikasi, penyedia akses internet, hingga platform daring diwajibkan untuk menjalankan perintah darurat dari pemerintah dalam tenggat waktu maksimal dua jam. Peninjauan oleh hakim terhadap tindakan keamanan siber darurat itu baru akan dilakukan setelah tindakan tersebut resmi diterapkan di lapangan. Langkah ini menandai pergeseran signifikan dalam mekanisme pengawasan digital di Turki, di mana eksekusi kebijakan mendahului proses uji peradilan.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisPeristiwaNasionalInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiHiburanBerita

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap

Pemerintah Turki menegaskan bahwa pengetatan aturan siber ini sangat diperlukan guna melindungi keamanan nasional, infrastruktur kritis, kedaulatan digital, serta ketertiban umum. Dari sudut pandang efisiensi anggaran dan kelembagaan, anggota parlemen dari Partai Keadilan dan Pembangunan (AK), Ersan Aksu, menyampaikan bahwa sentralisasi kewenangan ini bertujuan menghindari tumpang tindih antarlembaga. Selain itu, kebijakan sentralisasi ini diperkirakan mampu menghemat anggaran negara hingga 30 miliar lira Turki.

Baca Juga

Dewan Komisaris Pertamina Patra Niaga Tinjau Kesiapan Operasional dan Objek Vital di Kepulauan Riau

Dewan Komisaris Pertamina Patra Niaga Tinjau Kesiapan Operasional dan Objek Vital di Kepulauan Riau

Kendati demikian, kebijakan baru ini memicu kekhawatiran tajam dari para aktivis dan pengamat hak digital. Yaman Akdeniz, seorang profesor hukum di Universitas Bilgi Istanbul sekaligus aktivis hak digital, menilai bahwa aturan tersebut efektif menciptakan pusat komando bagi apa yang ia sebut sebagai rezim kepatuhan digital Turki. Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan, mengingat Turki sebelumnya telah beberapa kali menerapkan praktik pembatasan kecepatan bandwidth untuk memperlambat akses masyarakat ke berbagai platform populer seperti X, YouTube, Instagram, dan WhatsApp.

Pembatasan akses digital secara masif juga memiliki rekam jejak dalam dinamika politik Turki. Saat terjadi gelombang protes besar menyusul penahanan Wali Kota Istanbul Ekrem İmamoğlu tahun lalu, akses publik ke sejumlah platform daring sempat dibatasi selama hampir dua hari. Berdasarkan data dari Asosiasi Kebebasan Berekspresi Turki (İFÖD), hampir 1.000 akun dengan total akumulasi lebih dari 25 juta pengikut telah diblokir di Turki. Tindakan pemblokiran tersebut juga menyasar tokoh politik kunci, termasuk akun utama İmamoğlu di platform X yang memiliki lebih dari 9 juta pengikut.

Baca Juga

Gudang Raksasa Ritel Rusia Dibombardir Drone Ukraina, Inventaris Rp89 Triliun Lenyap

Gudang Raksasa Ritel Rusia Dibombardir Drone Ukraina, Inventaris Rp89 Triliun Lenyap

Isu pengawasan digital ini turut menjadi perhatian Tomiwa Ilori dari organisasi Human Rights Watch. Di saat yang sama, pemerintah Turki dilaporkan tengah mempertimbangkan penerapan sistem verifikasi usia bagi pengguna media sosial melalui portal e-Devlet. Langkah ini sejalan dengan kebijakan pemerintah Turki yang melarang anak di bawah usia 15 tahun untuk memiliki akun media sosial.

Namun, rencana pengintegrasian identitas digital tersebut kembali memicu peringatan keras. Akdeniz memperingatkan bahwa tanpa adanya perlindungan privasi yang kuat dan ketat, sistem verifikasi usia via e-Devlet dapat membuat pemerintah mengetahui identitas asli pemilik akun beserta seluruh riwayat aktivitas daring mereka. Akdeniz menegaskan bahwa situasi tersebut berisiko mengubah ruang digital Turki menjadi sebuah panopticon digital, di mana setiap pergerakan warga di internet berada di bawah pengawasan otoritas.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Turkikeamanan siber

Berita Terbaru Lainnya

Mekanisme Pemilihan dan Kandidat Calon Gubernur Bank Indonesia Pengganti Perry WarjiyoPanen Kelapa Sawit di Sumatra dan Kalimantan Terganggu Kelangkaan Bahan Bakar dan El NinoBP BUMN dan Danantara Pangkas 652 Perusahaan BUMN Melalui Program StreamliningKebakaran Hanguskan 96 Kios di Pasar Jagong Jeget Aceh TengahProgram Bedah Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat di Sumenep Mulai BerjalanKebakaran KMP Mutiara Sentosa II, Publik Diminta Tunggu Hasil Investigasi Resmi KNKTBrimob Polda Metro Jaya Bantu Tangani Kebakaran Gudang di Kosambi TangerangPenemuan Kuburan Bayi Laki-laki di Pekarangan Rumah Warga Mojokerto

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

Nasional

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

3 Agu 2026

Tantangan Industri Alat Kesehatan Lokal di Tengah Tekanan Biaya Impor dan Pelemahan Rupiah

Nasional

Tantangan Industri Alat Kesehatan Lokal di Tengah Tekanan Biaya Impor dan Pelemahan Rupiah

9 Agu 2026

🔥

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya · 1 Agu 2026
  2. 2Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan · 3 Agu 2026
  3. 3Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi · 25 Jul 2026
  4. 4Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional · 27 Jul 2026
  5. 5Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan MaduraNasional · 3 Agu 2026