Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung resmi memulai renovasi permanen gedung SDN 026 Bojongloa di kawasan Cibaduyut, Kota Bandung, pada Senin (7/9/2026). Pelaksanaan renovasi tersebut dijalankan setelah seluruh pemenuhan administrasi dan perizinan, termasuk Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), diselesaikan secara menyeluruh.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan bahwa perbaikan sarana pendidikan ini merupakan prioritas utama pemerintah kota untuk menjamin fasilitas belajar yang memadai bagi siswa.
"SDN 026 Bojongloa tetap menjadi prioritas utama. Renovasinya mulai hari ini dan sudah dijalankan," ujar Farhan pada Senin (7/9/2026).
Skema Relokasi dan Pembagian Sesi Belajar
Selama pembangunan fisik berjalan, para siswa SDN 026 Bojongloa dialihkan secara bertahap ke SDN 148 agar kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung kondusif dan aman. Relokasi ini juga bertujuan mencegah potensi gangguan terhadap kenyamanan murid di lokasi lama.
Telkom Akuisisi Digiserve, Bidik Kontribusi Enterprise 40%

Penggunaan ruang kelas di SDN 148 diatur melalui pembagian jadwal pembelajaran. Siswa SDN 148 yang sebelumnya menempati ruang belajar pada pagi hari dialihkan terlebih dahulu, sedangkan rombongan belajar SDN 026 Bojongloa dijadwalkan mengisi sesi berikutnya.
Mengenai status gedung lama, Farhan menyampaikan bangunan tersebut belum dikosongkan secara penuh. Pemkot Bandung masih menunggu penetapan perintah eksekusi dari pengadilan terkait proses penyerahan aset. Sebelum adanya penetapan resmi, pemerintah daerah memastikan fasilitas dan aset sekolah tetap berada di bawah pengawasan Pemkot Bandung.
Antisipasi Gangguan Belajar Mengajar
Langkah relokasi dan renovasi ini sekaligus mengantisipasi terulangnya kendala operasional yang sempat dialami pihak sekolah. Sebelumnya, aktivitas pembelajaran tatap muka di SDN 026 Bojongloa sempat terhenti pada Kamis (6/8/2026) akibat gerbang utama sekolah digembok oleh ahli waris lahan.
Pantau Bandara Soetta, Ombudsman Minta Maskapai Jangan Egois

Pembantu Kepala Sekolah (PKS) Kurikulum SDN 026 Bojongloa, Irdian, menuturkan aksi penggembokan berlangsung sekitar pukul 06.00 WIB sebelum akhirnya akses dibuka kembali sekitar pukul 07.00 WIB.
Insiden tersebut sempat membuat para murid tertahan dan berkumpul di trotoar tepi jalan yang ramai arus lalu lintas. Menghindari risiko keselamatan siswa, pihak sekolah segera berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Bandung dan menerapkan kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara sementara pada saat itu.






