Gempa bumi bermagnitudo 5,9 mengguncang kawasan Kepulauan Seribu pada Sabtu (12/9). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengimbau warga untuk tetap tenang menyusul konfirmasi bahwa seluruh wilayah kepulauan berada dalam kondisi aman.
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Cyril Raoul Hakim (Chico Hakim) memastikan situasi di Kepulauan Seribu kondusif dan aktivitas masyarakat berlangsung normal. Koordinasi pemantauan terus berjalan antara Pemprov DKI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, dan pemerintah kabupaten setempat.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat menyatakan petugas di lapangan belum menerima laporan mengenai dampak buruk dari getaran tersebut. Hingga saat ini, nihil laporan terkait kerusakan bangunan, infrastruktur, maupun korban.
Sikap KAI Commuter soal Viral Ibu Hirup Kamper di Gerbong Kereta

Kondisi di lapangan menunjukkan sebagian warga bahkan tidak menyadari adanya guncangan. Di Pulau Kelapa, misalnya, sejumlah warga mengaku tidak merasakan getaran dan baru mengetahui adanya peristiwa gempa setelah menerima pemberitahuan resmi.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berada di laut sekitar 69 kilometer timur laut Kepulauan Seribu dengan kedalaman mencapai 368 kilometer. Karakteristik ini dikategorikan sebagai gempa dalam akibat aktivitas intraslab, bukan akibat pergerakan sesar dangkal.
Tiga Pengeroyok Bambang Pejompongan Ditangkap di Bogor

Peristiwa seismik ini dipastikan tidak berpotensi memicu tsunami. BMKG juga belum mencatat adanya gempa susulan di sekitar lokasi episenter.
Pemprov DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tidak terpancing kepanikan serta menyaring informasi yang beredar. Warga diminta selalu merujuk pada perkembangan mutakhir melalui kanal resmi pemerintah, terutama BMKG dan BPBD DKI Jakarta, serta menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.






