KAI Commuter mengambil langkah tegas terhadap seorang penumpang perempuan yang viral di media sosial lantaran menghirup kapur barus atau kamper serta membuat kegaduhan di dalam rangkaian KRL. Operator Commuter Line memutuskan memasukkan penumpang tersebut ke dalam daftar hitam (blacklist) demi menjaga kenyamanan pengguna lainnya.
Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, mengonfirmasi tindakan tersebut untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
"Untuk mencegah pengguna tersebut naik Commuter Line kembali dan tidak mengganggu pengguna lainnya, KAI Commuter memberikan tindakan blacklist pengguna tersebut," ujar Leza Arlan.
Kronologi Kejadian di Rute Manggarai-Bogor
Peristiwa ini mencuat ke publik setelah pemilik akun Threads @elsaazhp, Elsa Azzahra (27), membagikan rekaman video yang memperlihatkan seorang perempuan duduk sembari mencium kamper bulat berwarna merah muda.
Imigrasi Tangerang Ungkap Jaringan Judi Online Internasional, 5 WNA Ditangkap

Elsa menuturkan, kejadian bermula saat ia menaiki KRL relasi Manggarai鈥揃ogor sekitar pukul 18.30 WIB. Penumpang perempuan tersebut sudah bersuara keras dan marah-marah sejak melangkah masuk ke pintu kereta. Tidak berselang lama, ia menepuk Elsa dan beberapa penumpang lain dengan cukup kencang agar diberikan tempat duduk.
Setelah mendapatkan kursi, perempuan itu mulai meracau dan berbicara melantur. Situasi semakin memanas ketika penumpang yang duduk di sebelahnya menutup hidung. Merespons hal tersebut, perempuan itu membalas dengan nada mengejek dan langsung mengeluarkan kamper sambil terus meluapkan amarah.
Sepanjang perjalanan, perempuan tersebut terus marah-marah, bahkan menuduh penumpang lain memotret dirinya hingga memaksa orang tersebut membuka galeri ponsel. Penumpang itu akhirnya turun di Stasiun Tanjung Barat. Menurut penuturan Elsa, selama insiden berlangsung tidak tampak petugas di dalam gerbong yang melakukan penanganan.
Jelang Laga Persija vs Persib, Depok Perketat Pengamanan

Penempatan Petugas Pengamanan di Kereta
Menanggapi pengawasan di dalam rangkaian kereta, Leza Arlan menjelaskan bahwa KAI Commuter secara rutin menempatkan petugas Pengamanan Kereta (PAM Walka) sebanyak dua hingga tiga personel pada setiap perjalanan Commuter Line.
KAI Commuter mengimbau para pengguna jasa untuk tidak ragu melaporkan langsung segala bentuk kegaduhan atau tindakan yang membahayakan kenyamanan perjalanan kepada petugas PAM Walka yang sedang bertugas di dalam rangkaian agar dapat segera ditindaklanjuti.






