Operasi pencarian terhadap rombongan jurnalis yang hilang kontak saat meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda dihentikan sementara pada Selasa (8/9) petang. Tim SAR gabungan menjadwalkan pencarian kembali dilanjutkan pada Rabu (9/9) pagi dengan memperluas area penyisiran.
Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad menjelaskan bahwa penyisiran hingga Selasa pukul 18.15 WIB telah menjangkau kawasan Pulau Krakatau dan Pulau Panjang, namun hasilnya masih nihil. Cuaca di sekitar perairan menuju gunung api tersebut dinilai sangat menantang dengan langit gelap tertutup abu vulkanik, jarak pandang terbatas sekitar satu mil laut, kecepatan angin 16,7 knot, dan gelombang laut berkisar 0,4 hingga 1 meter.
Sebelumnya, tim gabungan sempat melakukan pencarian di radius sekitar delapan mil dari Pantai Carita. Namun, jarak pandang yang pendek, tingginya gelombang, serta aktivitas erupsi yang sedang berlangsung memaksa kapal penolong sempat kembali bersandar demi keselamatan operasional.
BPBD Buka Suara soal Semeru Erupsi Terus, Level III Sejak Setahun Lalu

Untuk pencarian lanjutan besok, tim akan memperluas cakupan area berdasarkan evaluasi rute lintasan dari Carita menuju kawasan Gunung Anak Krakatau. Operasi ini mengandalkan kapal Basarnas KN SAR Tetuka (Tatuka) sepanjang sekitar 40 meter yang diberangkatkan dari Dermaga Pelabuhan BBJ Bojonegara menuju perairan Carita, didukung armada Rigid Inflatable Boat (RIB) Banten, peralatan SAR air, medis, dan alat komunikasi hasil koordinasi bersama Polairud Polda Banten.
Peristiwa hilang kontak ini bermula ketika rombongan peliput menumpangi kapal cepat (speedboat) dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9) pukul 14.00 WIB. Kontak terakhir tercatat saat mereka mengirimkan posisi terkini kepada rekan jurnalis di Lampung pada pukul 14.42 WIB. Komunikasi kemudian terputus total pada pukul 15.04 WIB di perkiraan koordinat 6掳14'40.52"LS dan 105掳40'49.48"BT.
Diperiksa Soal Tan Kian, Febrie Bantah Pernah Terima Uang

Berdasarkan data sementara Basarnas, operasi pencarian ini mencakup sedikitnya tujuh orang yang berada di kapal tersebut. Lima di antaranya adalah pewarta foto LKBN Antara M Bagus Khoirunnas, Ari Basuki (Merdeka), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), dan Donal (pewarta lepas), sedangkan dua orang lainnya masih dalam proses pendataan lanjutan.






