Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa sebanyak lima gunung api aktif di berbagai wilayah Indonesia saat ini berada pada Level III atau status Siaga. Masyarakat serta para wisatawan diimbau untuk selalu memantau informasi resmi dan mematuhi batasan jarak aman yang telah ditetapkan oleh pihak berwenang.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan perkembangan terkini mengenai status aktivitas vulkanik tersebut hingga Selasa, 8 September 2026. Dari pemantauan yang dilakukan, lima gunung api yang kini berstatus Level III tersebar di Pulau Sumatra, Pulau Jawa, hingga wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Daftar 5 Gunung Api Berstatus Level III
Berdasarkan data yang dipaparkan oleh BNPB, lima gunung api yang saat ini berstatus Siaga meliputi:
BNPB Kerahkan Modifikasi Cuaca hingga 1 Ton Garam untuk Tangani Abu Gunung Anak Krakatau

- Gunung Sinabung di Sumatra Utara
- Gunung Anak Krakatau yang berada di antara wilayah Lampung dan Banten
- Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah
- Gunung Semeru di Jawa Timur
- Gunung Lewotobi Laki-Laki di Nusa Tenggara Timur (NTT)
Kelima gunung api tersebut terus berada dalam pengawasan ketat mengingat aktivitas vulkaniknya yang masih aktif berada di Level III.
Kondisi Terkini Gunung Anak Krakatau dan Arah Sebaran Abu
Secara khusus, Berton SP Panjaitan menyoroti aktivitas vulkanik pada Gunung Anak Krakatau yang sampai saat ini masih bertahan pada Level III. Terkait situasi tersebut, otoritas kegunungapian mengeluarkan rekomendasi teknis demi menjamin keselamatan publik di sekitar kawasan gunung.
Otoritas kegunungapian mengimbau keras masyarakat lokal maupun wisatawan untuk tidak mendekati atau berkegiatan dalam radius bahaya 3 kilometer dari kawah Gunung Anak Krakatau. Pembatasan ini ditujukan untuk meminimalkan risiko bahaya dari lontaran material maupun aktivitas erupsi lainnya.
Puan Bicara Rencana Penggabungan Badan Geologi dan BMKG

Mengenai dampak sebaran abu vulkanik, BNPB menyampaikan perkembangan positif dari hasil pemantauan udara. Analisis citra satelit terkini memperlihatkan bahwa arah sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau sudah mulai bergerak menjauhi area permukiman penduduk di daratan Pulau Jawa dan Pulau Sumatra.
Hembusan angin saat ini terpantau membawa material abu bergerak ke arah barat menuju laut lepas dengan kecepatan mencapai 15 knot. Dengan pergerakan tersebut, sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau lebih cenderung mengarah ke perairan terbuka di kawasan Laut Hindia sehingga menjauh dari kawasan padat penduduk.






