Dalam menjalankan operasional pertambangan, isu keberlanjutan lingkungan dan keselamatan kerja menjadi perhatian utama yang membutuhkan komitmen kuat dari sebuah korporasi. Bagi PT Freeport Indonesia, jawaban atas tantangan operasional tersebut terletak pada penerapan etika bisnis yang kokoh. Perusahaan ini secara tegas menjadikan prinsip etika bisnis sebagai landasan utama dalam setiap proses pengambilan keputusan di berbagai tingkatan. Etika bisnis ini bukan sekadar pelengkap administratif semata, melainkan telah menjadi fondasi yang mendasari seluruh kegiatan operasional perusahaan. Penerapan etika bisnis menjadi pedoman utama PT Freeport Indonesia, terutama dalam upaya menjaga aspek keselamatan kerja dan memastikan keberlanjutan lingkungan dari setiap aktivitas produksi yang dilakukan.
Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, memberikan penjelasan lebih mendalam mengenai bagaimana perusahaan memandang aturan hukum dan etika. Menurutnya, kepatuhan terhadap regulasi tertulis atau undang-undang saja tidak selalu cukup untuk menjamin keberlanjutan lingkungan dalam jangka panjang. Dalam sebuah wawancara dengan CNN Indonesia TV, ia mengungkapkan bahwa perusahaan berkomitmen untuk menerapkan standar yang melampaui apa yang sekadar diatur oleh perundang-undangan. Tony Wenas menegaskan bahwa hal yang paling dikedepankan oleh pihak manajemen adalah etika dalam melakukan usaha. Ia menyebutkan bahwa perusahaan harus memastikan setiap keputusan diambil berdasarkan prinsip yang benar, yang berakar pada etika bisnis yang kuat, bukan hanya karena adanya kewajiban hukum.








