Insiden ambruknya tribun penonton VIP dalam ajang Kejuaraan Nasional Drift Seri ke-3 Tahun 2026 di Gelanggang Olahraga Satria, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Minggu siang, 26 Juli, mengakibatkan sekitar 90 orang mengalami luka-luka. Berdasarkan hasil penyelidikan awal kepolisian, peristiwa runtuhnya fasilitas nonpermanen tersebut dipicu oleh pergerakan massa yang tidak merata akibat penonton berdesak-desakan saat berebut menangkap kaus yang dilemparkan oleh para pembalap dalam sesi selebrasi seusai perlombaan.
Kepala Kepolisian Resor Kota Banyumas Komisaris Besar Polisi Petrus P Silalahi menjelaskan bahwa struktur tribun VIP tersebut memiliki kapasitas tampung sekitar 250 orang. Fasilitas tempat duduk nonpermanen itu sebenarnya telah digunakan sejak hari pertama penyelenggaraan pada Sabtu, 25 Juli, hingga malam hari tanpa mengalami kendala teknis apa pun. Namun, situasi berubah drastis pada Minggu siang ketika kegiatan selebrasi berlangsung dan lemparan kaus ke arah penonton dilakukan secara berulang kali lebih dari satu kali. Aktivitas tersebut memicu penonton di tribun VIP berdesak-desakan untuk menangkap kaus, sehingga beban konstruksi menjadi tidak seimbang. Akibat ketidakseimbangan beban tersebut, struktur tribun mengalami pergeseran, bergoyang, dan kemudian roboh secara mendadak.








