Hampir 1.500 pekerja yang berada di dua perusahaan garmen di wilayah Jawa Tengah saat ini menghadapi ancaman pemutusan hubungan kerja atau PHK. Tenaga kerja yang terancam kehilangan pekerjaan tersebut merupakan para buruh yang selama ini bekerja di PT Victory Apparel yang beroperasi di Kota Semarang serta PT Samwon yang berlokasi di Kabupaten Jepara. Ancaman PHK terhadap ribuan buruh garmen ini menjadi sorotan dalam perkembangan industri padat karya di Jawa Tengah, khususnya bagi perusahaan-perusahaan yang berfokus pada produksi produk garmen.
Ancaman pemutusan hubungan kerja yang menimpa hampir 1.500 pekerja di Jawa Tengah ini dilaporkan terjadi akibat penurunan pesanan ekspor dari pelanggan bisnis. Kedua perusahaan garmen tersebut diketahui merupakan entitas bisnis yang beroperasi di dalam kawasan berikat. Status operasi di kawasan berikat ini berarti seluruh produksi yang dihasilkan oleh PT Victory Apparel maupun PT Samwon ditujukan sepenuhnya untuk memenuhi pasar ekspor. Penurunan volume pesanan dari pelanggan bisnis tersebut memberikan dampak langsung terhadap dinamika operasional perusahaan.
Direktur Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Kementerian Perindustrian atau Kemenperin, Rizky Aditya Wijaya, memberikan penjelasan mengenai faktor yang memicu ancaman PHK di kedua pabrik garmen tersebut. Rizky Aditya Wijaya menyatakan bahwa penurunan pesanan ekspor dari para pelanggan bisnis menjadi latar belakang utama perusahaan harus melakukan penyesuaian operasional. Ia menegaskan bahwa keputusan yang diambil oleh perusahaan merupakan hal yang murni disebabkan oleh faktor internal dari masing-masing perusahaan garmen itu.
Selain itu, Rizky Aditya Wijaya juga menegaskan bahwa ancaman PHK yang terjadi di PT Victory Apparel dan PT Samwon tidak ada kaitannya dengan isu banjir produk impor. Penegasan dari pihak Kementerian Perindustrian ini didasarkan pada fakta bahwa kedua perusahaan tersebut memang beroperasi untuk melayani pasar ekspor secara keseluruhan, bukan untuk pasar di dalam negeri. Oleh karena itu, faktor internal serta penurunan pesanan dari pelanggan bisnis di pasar ekspor menjadi penyebab yang mendasari situasi ketenagakerjaan di Kota Semarang dan Kabupaten Jepara tersebut.
Potensi Besar Kredit Karbon, Kawasan Industri Didorong Manfaatkan Lahan Hijau untuk Pendapatan Tambahan

Berdasarkan rincian situasi di masing-masing perusahaan, PT Victory Apparel yang berpusat di Kota Semarang diperkirakan berpotensi melakukan PHK yang berdampak pada sekitar 800 pekerja. Perusahaan garmen yang didukung oleh investor asal China tersebut diketahui telah menghadapi tantangan berat berupa masalah keuangan sejak masa pandemi COVID-19. Masalah finansial yang telah berlangsung sejak pandemi COVID-19 tersebut, digabungkan dengan tren penurunan pesanan ekspor dari pelanggan bisnis, menyebabkan kondisi operasional perusahaan terganggu.
Kondisi berbeda namun sama-sama berdampak pada pengurangan tenaga kerja terjadi di Kabupaten Jepara. PT Samwon, perusahaan garmen yang beroperasi dengan dukungan dari investor asal Korea Selatan, memilih langkah untuk menutup bisnisnya di Jepara. Keputusan penutupan bisnis di Kabupaten Jepara oleh PT Samwon ini berencana disertai dengan pelaksanaan pemutusan hubungan kerja terhadap sekitar 670 pekerja. Penutupan bisnis dan rencana PHK terhadap ratusan buruh ini menjadi bagian dari dampak faktor internal yang dihadapi perusahaan.
Menyikapi ancaman PHK yang membayangi hampir 1.500 buruh garmen di wilayah Jawa Tengah, Kementerian Perindustrian telah menyiapkan rencana langkah tindak lanjut untuk ketenagakerjaan. Kemenperin berencana untuk mendorong penyerapan tenaga kerja yang terdampak PHK agar dapat masuk ke perusahaan-perusahaan baru yang berinvestasi di Jawa Tengah. Rencana dari Kemenperin ini diharapkan dapat membantu para pekerja yang kehilangan pekerjaan di PT Victory Apparel maupun PT Samwon.
Transformasi Digital UMKM, Perbandingan Metode Pembayaran Transfer Bank, E-Wallet, dan QRIS

Pihak Kementerian Perindustrian melihat bahwa peluang penyerapan bagi para buruh garmen yang terancam PHK masih terbuka di Jawa Tengah. Pada tahun 2026 ini, tercatat masih banyak investasi baru yang masuk ke wilayah Jawa Tengah, baik di sektor industri garmen maupun di sektor industri alas kaki. Kehadiran investasi baru pada tahun 2026 di kedua sektor tersebut diharapkan mampu menciptakan kebutuhan tenaga kerja baru yang dapat menyerap para buruh dari kedua perusahaan yang terdampak.
Situasi yang terjadi pada PT Victory Apparel di Kota Semarang dan PT Samwon di Kabupaten Jepara ini sebelumnya juga dilaporkan oleh Said Iqbal. Said Iqbal merupakan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia atau KSPI, yang juga menjabat sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh. Dalam laporannya mengenai situasi ketenagakerjaan di Jawa Tengah, Said Iqbal menyampaikan informasi perkiraan mengenai potensi PHK yang berdampak pada sekitar 800 pekerja di PT Victory Apparel serta rencana PHK terhadap sekitar 670 pekerja di PT Samwon.






