Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral NewsBerita UtamaNewsPopuler
Beranda/Nasional

Perang Melawan Iran Kuras Stok Rudal Presisi Jarak Jauh Amerika Serikat

Rimba NainggolanDiterbitkan 5 Agu 2026 - 09.13 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Perang Melawan Iran Kuras Stok Rudal Presisi Jarak Jauh Amerika Serikat
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Persediaan rudal jarak jauh berpresisi tinggi milik Amerika Serikat dilaporkan mengalami penyusutan drastis setelah lima bulan terlibat dalam konfrontasi bersenjata melawan Iran. Laporan ini memicu perdebatan sengit mengenai kesiapan militer Washington di tengah konflik yang awalnya diprediksi akan berlangsung singkat. Sementara pihak internal militer dan lembaga kajian strategis menyuarakan kekhawatiran atas menipisnya cadangan senjata pertahanan, Gedung Putih justru menunjukkan optimisme tinggi terhadap kapasitas industri pertahanan domestik mereka.

Angkatan Darat Amerika Serikat dikabarkan telah menggunakan sebagian besar persediaan global untuk dua rudal andalannya, yaitu Army Tactical Missile Systems (ATACMS) dan Precision Strike Missiles (PrSM). Bahkan, dua dari tiga sumber mengungkapkan bahwa militer negara adidaya tersebut telah menghabiskan hampir seluruh persediaan kedua jenis rudal taktis tersebut. Padahal, ATACMS juga memegang peranan krusial dalam teater perang lain, seperti di Ukraina untuk menyerang sasaran di dalam wilayah Rusia. Di sisi lain, PrSM yang merupakan generasi baru dengan teknologi lebih canggih untuk menggantikan ATACMS yang berdaya jangkau lebih pendek, kini juga ikut terkuras sebelum proses transisi selesai sepenuhnya.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral News
Baca Juga

Layanan Samsat Keliling Hadir di 14 Wilayah Jadetabek

Layanan Samsat Keliling Hadir di 14 Wilayah Jadetabek

Kondisi ini diperparah oleh penyusutan stok sistem pertahanan udara dan rudal jelajah lainnya. Berdasarkan data dari Center for Strategic and International Studies (CSIS), sekitar 65 persen dari total persediaan pencegat Patriot telah digunakan sepanjang periode Februari hingga Juli. Tidak hanya itu, jumlah pencegat rudal balistik Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) dalam inventaris pertahanan Amerika Serikat diperkirakan merosot setidaknya 38 persen jika dibandingkan dengan kondisi pada awal perang. Di laut dan udara, Amerika Serikat juga telah melepaskan sedikit kurang dari setengah dari total stok global rudal jelajah Tomahawk sejak pertempuran dimulai. Penyusutan ini menjadi beban berat bagi produsen utama seperti Lockheed Martin yang memproduksi ATACMS, PrSM, dan THAAD, serta Raytheon yang memproduksi rudal Tomahawk dan pencegat Patriot.

Konflik bersenjata ini bermula ketika Presiden Donald Trump meluncurkan kampanye militer terhadap Iran bersama Israel pada Februari lalu. Saat itu, Trump memproyeksikan bahwa perang ini hanya akan memakan waktu singkat. Kendati persediaan senjata dilaporkan menipis, Trump menepis kekhawatiran tersebut dengan menyatakan bahwa Amerika Serikat memiliki amunisi yang jauh lebih banyak dibandingkan negara mana pun di dunia, bahkan melebihi kebutuhan riil mereka. Ia juga menegaskan bahwa perusahaan-perusahaan pertahanan Amerika Serikat kini memproduksi amunisi dalam jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya, diiringi dengan ekspansi fasilitas produksi yang memecahkan rekor sejarah. Namun, langkah militer skala besar ini menyisakan celah hukum, mengingat hingga saat ini belum ada permintaan resmi terkait deklarasi perang atau otorisasi penggunaan kekuatan militer yang diajukan ke Kongres.

Baca Juga

Nilai Ekspor CPO Tumbuh 7,32 Persen, Mentan Sebut Hilirisasi Sawit Senjata Strategis Indonesia

Nilai Ekspor CPO Tumbuh 7,32 Persen, Mentan Sebut Hilirisasi Sawit Senjata Strategis Indonesia

Di tengah sorotan publik, juru bicara utama Pentagon, Sean Parnell, menegaskan bahwa militer Amerika Serikat tetap memiliki seluruh kemampuan pertahanan yang diperlukan untuk menjalankan operasi militer kapan pun diperintahkan oleh presiden. Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) yang mengawasi jalannya operasi di Timur Tengah saat ini masih dapat mengisi kembali kekosongan stok di garis depan dengan menarik pasokan dari pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat yang tersebar di seluruh dunia. Untuk mengatasi defisit jangka panjang, militer Amerika Serikat dilaporkan telah memesan PrSM dalam jumlah besar yang dijadwalkan untuk pengiriman pada tahun 2027, seiring dengan rencana penghentian bertahap rudal ATACMS. Meskipun demikian, ketergantungan pada pengiriman masa depan ini memunculkan pertanyaan mengenai ketahanan taktis Washington jika konflik regional di Timur Tengah terus meluas dalam beberapa bulan ke depan.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Donald TrumpAmerika SerikatIranPentagonRudal Militer

Berita Terbaru Lainnya

Jadwal Sidang Antimonopoli Akuisisi Paramount-WBD Ditetapkan Maret 2027, Denda Keterlambatan MembengkakLayanan Samsat Keliling Hadir di 14 Wilayah JadetabekNilai Ekspor CPO Tumbuh 7,32 Persen, Mentan Sebut Hilirisasi Sawit Senjata Strategis IndonesiaOJK Bantah Isu Defisit Anggaran 2025 dan Jelaskan Dampak Transisi UU P2SKPolres Lombok Timur Pantau SPBU dan Cek Stok BBM Usai Keluhan Antrean PanjangPenemuan Mayat Tanpa Kaki di Depok yang Sempat Dikira Sampah dan Dibakar WargaKader Gerindra Sulawesi Selatan Dorong Prabowo Maju di Pemilu 2029, Sufmi Dasco Beri ResponsKPK Ungkap Dugaan Gratifikasi Bupati Kuansing dari Potongan TPP ASN hingga 50 Persen

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

Ketenagakerjaan

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

27 Jul 2026

Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai Keluhan

Berita

Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai Keluhan

27 Jul 2026

Polisi Bawa Empat Kantong Barang Bukti dari Olah TKP Lanjutan di Mordent Clinic

Hukum & Kriminal

Polisi Bawa Empat Kantong Barang Bukti dari Olah TKP Lanjutan di Mordent Clinic

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  3. 3Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026
  4. 4Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026Ketenagakerjaan 路 27 Jul 2026
  5. 5Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai KeluhanBerita 路 27 Jul 2026
Berita Utama
News

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap