Berita Viral Terkini

Perceraian Termahal Korea Selatan Menguji Stabilitas Raksasa Teknologi SK Group

Marthen PalutunganPublished 26 Jul 2026 - 11.460 Reads
Bagikan WhatsAppX
Perceraian Termahal Korea Selatan Menguji Stabilitas Raksasa Teknologi SK Group
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Badai rumah tangga kini tengah mengguncang puncak kepemimpinan SK Group, salah satu konglomerasi terbesar di Korea Selatan. Pengadilan Tinggi Seoul baru saja mengetuk palu, memerintahkan sang ketua, Chey Tae-won, untuk membayar dana kompensasi perceraian yang fantastis sebesar 944 miliar won atau setara dengan Rp11,3 triliun kepada mantan istrinya, Roh Soh-yeong. Keputusan ini secara resmi tercatat sebagai salah satu penyelesaian kasus perceraian dengan nilai nominal terbesar dalam sejarah hukum di Negeri Ginseng.

Ironisnya, guncangan finansial pribadi ini datang justru di saat bisnis teknologi SK Group tengah berada di atas angin berkat demam kecerdasan buatan (AI) global. Anak perusahaan mereka, SK Hynix, saat ini memegang peran krusial sebagai pemasok utama cip memori pita lebar tinggi (HBM) untuk raksasa teknologi Nvidia. Ketergantungan dunia pada pasokan cip tersebut membuat nilai korporasi melambung tinggi, sekaligus menempatkan kepemilikan saham Chey di bawah sorotan tajam para pelaku pasar modal yang cemas akan stabilitas manajemen perusahaan.

Meskipun angka Rp11,3 triliun ini sedikit lebih rendah dibandingkan dengan putusan pengadilan banding tahun 2024 yang sempat menyentuh 1,38 triliun won, jumlah tersebut tetap menjadi beban likuiditas yang sangat besar bagi Chey. Para analis pasar memperkirakan bahwa miliarder dengan estimasi kekayaan mencapai 5,4 miliarder dolar AS menurut Forbes ini harus memutar otak. Chey kemungkinan besar perlu menjaminkan sahamnya di SK Inc. atau menjual sebagian aset pribadinya demi mengumpulkan dana tunai tanpa harus kehilangan kendali atas kendali grup bisnis tersebut.

Also Read

IHSG Jatuh ke Level 6.204 Setelah Ditekan Aksi Jual Investor Asing

Pengadilan sendiri sengaja memutuskan agar pembayaran dilakukan dalam bentuk tunai, bukan dengan membagi kepemilikan saham secara langsung kepada Roh. Langkah ini diambil untuk melindungi stabilitas manajemen SK Group yang sangat vital bagi perekonomian nasional. Hakim menetapkan pembagian harta bersama dengan rasio sepertiga untuk Roh dan dua pertiga untuk Chey, dengan mempertimbangkan kontribusi Roh selama masa pernikahan mereka, termasuk perannya dalam mengurus rumah tangga, membesarkan anak, hingga dukungannya pada aktivitas eksternal korporasi.

Di sisi lain, pengadilan menegaskan bahwa mereka tidak memperhitungkan klaim adanya aliran dana dari ayah Roh, mantan Presiden Korea Selatan Roh Tae-woo, dalam perhitungan pembagian aset ini. Hal tersebut sejalan dengan keputusan Mahkamah Agung sebelumnya yang menyatakan bahwa dugaan dana tersebut tidak dapat diakui secara hukum sebagai kontribusi resmi dalam pernikahan mereka. Kendati demikian, ikatan pernikahan mereka kini telah resmi berakhir dengan kewajiban ganti rugi tambahan sebesar 2 miliar won yang sudah berkekuatan hukum tetap.

Also Read

Sektor Ekonomi Digital Menyumbang Pajak Rp54,71 Triliun hingga Juni 2026

Reaksi pasar terhadap putusan ini langsung terlihat di bursa saham Seoul, di mana saham induk perusahaan SK Inc. merosot 3,8% dan SK Hynix anjlok hingga 8,3%. Tim hukum Chey yang diwakili oleh pengacara Lee Jae-keun menyatakan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi dan tengah mengkaji putusan tersebut sebelum menentukan langkah hukum selanjutnya. Kasus ini membuktikan bahwa di balik gemerlapnya industri cip AI global, dinamika domestik para pendiri dinasti bisnis tetap menjadi variabel yang tidak bisa diabaikan oleh para investor.

Berita Terbaru Lainnya

Paling Banyak Dibaca