Pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi kembali terlibat bentrokan dengan pejuang Houthi di tengah meningkatnya eskalasi konflik. Situasi ini memicu kekhawatiran bahwa perang di Yaman akan kembali meluas, setelah pertempuran bersenjata sempat mereda menyusul kesepakatan gencatan senjata yang ditengahi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 2022.
Dalam beberapa hari terakhir, pasukan pemerintah Yaman melancarkan serangan dari berbagai arah ke area yang dikuasai oleh Houthi. Tindakan militer tersebut dilakukan menyusul manuver kelompok Houthi yang berupaya memperluas wilayah kendali mereka dengan merangsek maju menuju posisi-posisi pertahanan pasukan pemerintah.
Pihak pemerintah Yaman menyatakan bahwa operasi militer yang digelar ini memiliki target utama untuk merebut kembali seluruh wilayah yang saat ini masih berada di bawah kendali kelompok Houthi.
Harta Karun' Masa Depan Ini Ternyata Tersimpan di PLTU RI

Eskalasi Pertempuran di Dekat Al-Hazm
Ketegangan pertempuran di garis depan dikonfirmasi oleh angkatan bersenjata Yaman melalui publikasi sebuah rekaman video pada Rabu (9/9/2026). Dalam pernyataan resminya, video tersebut diklaim memperlihatkan bentrokan bersenjata antara pasukan pemerintah yang disokong Arab Saudi dan kelompok pejuang Houthi yang bersekutu dengan Iran di wilayah dekat Al-Hazm.
Intensitas pertempuran antara pasukan pemerintah dan Houthi tercatat terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Perkembangan ini membahayakan stabilitas yang tercipta sejak 2022, ketika gencatan senjata yang difasilitasi PBB sebagian besar berhasil menahan jalannya perang yang telah berlangsung selama bertahun-tahun di Yaman.
Anak Mantan Presiden Ditangkap, Terseret Kasus Korupsi Pembelian Pesawat Airbus

Serangan Lintas Batas dan Respons Riyadh
Eskalasi militer kian meruncing setelah milisi Houthi melancarkan serangan menggunakan rudal dan pesawat nirawak (drone) ke sejumlah titik wilayah di Arab Saudi.
Menanggapi serangan rudal dan drone yang menghantam teritorinya, pihak Riyadh secara terbuka menyatakan bakal segera melancarkan respons militer balasan. Meningkatnya pertempuran darat di berbagai front serta serangan lintas batas tersebut memperkuat kekhawatiran kawasan terhadap potensi meluasnya kembali konflik Yaman.






