Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan SosialPopuler
Beranda/Business

Peredaran Uang Palsu di RI Terus Susut, Jauh di Bawah Eropa-Filipina

Yolanda TobanDiterbitkan 25 Agu 2026 - 11.36 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Peredaran Uang Palsu di RI Terus Susut, Jauh di Bawah Eropa-Filipina
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Tingkat peredaran uang palsu di Indonesia mencatatkan penurunan signifikan hingga pertengahan tahun ini. Berdasarkan data Bank Indonesia, rasio peredaran rupiah palsu pada Semester I-2026 terpangkas menjadi hanya 1 piece per million (ppm), yang berarti ditemukan satu lembar uang tiruan dalam setiap satu juta lembar uang rupiah yang beredar.

Capaian tersebut melanjutkan tren perbaikan dari tahun 2025, ketika rasio uang palsu di tanah air masih berada di level 4 ppm. Penurunan rasio ini menempatkan Indonesia pada posisi yang relatif aman dalam menjaga integritas mata uang fisik dibandingkan banyak yurisdiksi lain.

Perbandingan Rasio Uang Palsu RI dengan Kawasan Global

Jika disandingkan dengan sejumlah negara mitra dan kawasan maju, peredaran uang palsu di Indonesia berada pada rentang yang jauh lebih rendah. Data Bank Indonesia menunjukkan rasio rupiah tiruan pada 2025 sebesar 4 ppm masih lebih ketat dibanding beberapa kawasan:

  • Australia mencatat rasio 6 ppm pada 2025.
  • Filipina berada pada level 10 ppm pada 2025.
  • Uni Eropa mencatatkan rasio 14 ppm pada 2025.

Dengan penyusutan ke level 1 ppm pada Semester I-2026, jarak ketahanan rupiah terhadap pemalsuan semakin melebar dibanding standar peredaran uang di kawasan-kawasan tersebut.

Baca Juga

Danantara Mulai "Invasi" Global, dari Mekah sampai Filipina

Danantara Mulai "Invasi" Global, dari Mekah sampai Filipina

Kualitas Uang Baru dan Peran Koordinasi Botasupal

Penyusutan temuan rupiah palsu didorong oleh peningkatan kualitas uang rupiah yang diterbitkan. Bank sentral menerapkan inovasi bahan uang, pembaruan teknologi cetak, serta penguatan unsur pengaman yang semakin mutakhir untuk mempersulit tindak pemalsuan.

Selain faktor teknologi cetak, koordinasi intensif antarlembaga melalui Badan Koordinasi Pemberantasan Rupiah Palsu (Botasupal) mempercepat deteksi dan pemutusan rantai distribusi sindikat pembuat uang tiruan. Dari sisi regulasi, penindakan terhadap pelaku kejahatan uang palsu didukung oleh ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Kualitas Pemalsuan yang Masih Rendah di Lapangan

Penelitian Bank Indonesia terhadap barang bukti yang disita aparat penegak hukum menunjukkan bahwa kualitas uang palsu yang beredar selama ini masih sangat rendah. Uang tiruan tersebut belum mampu mereplikasi detail pengaman resmi secara presisi.

Temuan ini sejalan dengan sejumlah pengungkapan kasus terbaru oleh aparat kepolisian, antara lain:

Baca Juga

Penguatan Ekosistem Pembiayaan Digital Dorong Sinergi Pindar dan Perbankan

Penguatan Ekosistem Pembiayaan Digital Dorong Sinergi Pindar dan Perbankan
  • Pengungkapan peredaran uang palsu oleh Polsek Tamansari di area Stasiun Jakarta Kota.
  • Penggerebekan fasilitas produksi uang palsu di kawasan Gudang Industri Taman Tekno BSD, Tangerang Selatan, oleh Polda Metro Jaya.

Barang bukti yang diamankan di Stasiun Jakarta Kota, misalnya, teridentifikasi sebagai pecahan Rp100.000 Tahun Emisi (TE) 2016 dan TE 2022 berkategori mutu rendah. Karena kualitasnya yang minim, fisik uang tiruan tersebut sangat mudah dibedakan dengan mata telanjang tanpa memerlukan alat laboratorium khusus.

Cara Identifikasi 3D dan Panduan 5 Jangan

Untuk menjaga momentum penurunan ini, Bank Indonesia terus menggalakkan kampanye edukasi bertajuk Cinta, Bangga, Paham Rupiah. Masyarakat diimbau untuk selalu memeriksa keaslian uang tunai lewat metode 3D:

  • Dilihat: Memperhatikan perubahan warna, benang pengaman, dan logo tersembunyi.
  • Diraba: Merasakan tekstur kasar pada bagian tertentu seperti angka nominal atau gambar utama.
  • Diterawang: Memastikan keberadaan tanda air (watermark) dan gambar saling isi (rectoverso) saat diarahkan ke sumber cahaya.

Selain ketelitian saat bertransaksi, masyarakat diminta merawat fisik rupiah agar fitur keamanannya tetap bekerja optimal. Perawatan ini dirangkum dalam prinsip 5 Jangan, yaitu Jangan Dilipat, Jangan Dicoret, Jangan Distapler, Jangan Diremas, dan Jangan Dibasahi. Uang rupiah yang terawat mempermudah deteksi visual dan mempersempit ruang gerak penyebaran uang tiruan.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Bank Indonesiarupiah

Berita Terbaru Lainnya

Danantara Mulai "Invasi" Global, dari Mekah sampai FilipinaGara-Gara Amerika Iran Ubah Doktrin Nuklir, Bisa Buat Bom AtomPenguatan Ekosistem Pembiayaan Digital Dorong Sinergi Pindar dan PerbankanBatal Jadi Remus Lupin Nicholas Hoult Mundur dari Seri Harry Potter, Kit Harington Resmi BergabungNetanyahu Sebut Iran Coba Bunuh Putranya di Tengah Memanasnya KonflikKubu Febrie Minta Hakim Beri Putusan Praperadilan Secara AdilPolri Pastikan Penetapan Tersangka Febrie Adriansyah Sesuai AturanHanura Dorong Sanksi Tegas Pelaku Karhutla, Sorot Asap Sampai Malaysia

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

Nasional

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

11 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  3. 3Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari PembeliNasional 路 11 Agu 2026
  4. 4Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  5. 5Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan Sosial

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap