Ke mana saja Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara mengarahkan portofolio investasinya di pasar internasional? Lembaga pengelola investasi ini resmi memperluas jangkauan ke ranah global melalui sejumlah aksi akuisisi dan rencana penanaman modal strategis di luar negeri.
Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, membeberkan berbagai proyek ekspansi luar negeri yang tengah maupun akan dijalankan oleh korporasi di bawah naungan Danantara. Langkah ekspansi ini mencakup sektor aviasi, properti pendukung haji, pangan, hingga industri jasa keuangan mikro.
Portofolio Properti di Arab Saudi hingga Finansial di Filipina
Di kawasan Timur Tengah, Danantara telah menyelesaikan akuisisi aset properti di Mekah, Arab Saudi. Aset yang diamankan mencakup satu unit hotel serta lahan yang dipersiapkan khusus untuk fasilitas dan akomodasi jemaah haji Indonesia. Selain di Mekah, Danantara juga mencatat rencana tindak lanjut investasi pada infrastruktur bandara di Madinah.
Penguatan Ekosistem Pembiayaan Digital Dorong Sinergi Pindar dan Perbankan

Ekspansi Danantara di kawasan tersebut diperkuat oleh sektor aviasi. Salah satu unit badan usaha milik negara telah menerima penunjukan resmi untuk membangun fasilitas perawatan, perbaikan, dan pemeriksaan menyeluruh (aircraft maintenance, repair, and overhaul/MRO) pesawat terbang di Timur Tengah.
Di wilayah Asia Tenggara, Danantara mengarahkan PT Pegadaian untuk berekspansi ke pasar internasional. Pegadaian didorong untuk memulai operasional di luar negeri serta menjajaki peluang akuisisi perusahaan gadai lokal di Filipina.
Shana Fatina Hadir di Pertamina Talks Episode 2, Bahas Karier Bidang Sustainability dan Inisiatif Hijau

Selain proyek-proyek tersebut, Danantara telah menanamkan modalnya di JBS, salah satu perusahaan produsen protein terbesar di tingkat global.
Dony Oskaria menyatakan bahwa seluruh strategi penetrasi pasar luar negeri ini dijalankan secara bertahap. Melalui transformasi yang sedang berjalan, langkah konsolidasi dan akuisisi ini ditargetkan mampu mencetak perusahaan-perusahaan pelat merah nasional menjadi pemain industri yang berdaya saing global.






