PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) bersama operating company TelkomGroup merealisasikan penyaluran bantuan kemanusiaan senilai Rp1,3 miliar bagi masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Penyaluran bantuan di luar dukungan konektivitas ini dilakukan secara bertahap dan terkoordinasi ke lebih dari 10 wilayah guna menopang kebutuhan warga selama masa tanggap darurat hingga fase pemulihan pascabencana.
SGM Social Responsibility Telkom, Hery Susanto, menyampaikan bahwa kehadiran TelkomGroup dalam situasi bencana merupakan wujud nyata komitmen perusahaan untuk membantu masyarakat. Sejak tahap awal, TelkomGroup telah membangun sinergi bersama Danantara, BP BUMN, BNPB, BPBD setempat, Kementerian Kesehatan, serta berbagai pihak terkait dalam memetakan kebutuhan mendesak masyarakat, cakupan wilayah distribusi, dan penentuan skema penyaluran yang tepat sasaran.
Penyaluran Logistik Melalui Posko BNPB Halim
Pada fase tanggap darurat awal, TelkomGroup menyalurkan bantuan melalui Posko BNPB Halim yang diberangkatkan dalam dua tahap, yakni pada 18 Agustus dan 20 Agustus 2026. Dari pengiriman dua tahap tersebut, total sebanyak 3,65 ton bantuan logistik telah didistribusikan dan langsung dimanfaatkan oleh masyarakat, terutama di titik-titik pengungsian.
Bantuan yang dikirimkan mencakup beragam kebutuhan esensial pengungsi, antara lain paket sembako, logistik perlengkapan rumah tangga, perlengkapan bayi dan anak, persediaan obat-obatan, serta berbagai kebutuhan sanitasi dan kebersihan diri.
TKDN 71,14%, Kontribusi Nyata Pertamina dan Motor Penggerak Industri

Perluasan Distribusi Logistik ke Berbagai Titik Pengungsian
Setelah penyaluran tahap awal, TelkomGroup memperluas jangkauan dukungan kemanusiaan ke berbagai wilayah terdampak lainnya. Wilayah penyaluran tersebut meliputi Nagekeo, Reo, Ruteng, Maumere, Bima, Lewur, hingga Lambelada Selatan.
Seluruh proses pendistribusian di area-area tersebut dijalankan melalui koordinasi intensif bersama BPBD setempat dan pengelola posko pengungsian guna memastikan setiap bantuan tersalurkan sesuai dengan kebutuhan warga di lapangan.
Dukungan Dapur Umum dan Layanan Medis di Kabupaten Manggarai
TelkomGroup juga memusatkan perhatian pada kebutuhan harian pengungsi di Kabupaten Manggarai. Di Kecamatan Wae Rii, TelkomGroup mendukung penuh operasional fasilitas dapur umum yang melayani kebutuhan konsumsi bagi sekitar 1.100 jiwa terdampak bencana. Di wilayah yang sama, tepatnya di Desa Golo Mendo, TelkomGroup menyediakan posko kesehatan serta pasokan obat-obatan untuk melayani kebutuhan penanganan medis warga.
Negosiasi Tarif Resiprokal Indonesia-AS Ditargetkan Rampung Tahun Ini

Sementara itu, penanganan bencana di Desa Wudi, Kecamatan Cibal, difokuskan pada pengoperasian dapur umum guna menyuplai kebutuhan pangan harian serta penyediaan suplai air bersih yang menjadi kebutuhan utama para pengungsi di wilayah tersebut.
Distribusi Jalur Laut ke Wilayah Terisolir dan Pengadaan Sanitasi
Untuk menjangkau masyarakat yang berada di lokasi terisolir dan sulit diakses lewat transportasi darat, TelkomGroup berkolaborasi dengan BPBD Ruteng untuk menyalurkan bantuan menggunakan jalur laut. Akses perairan ini dimanfaatkan guna menyalurkan logistik ke Londar Pesisir Utara, Desa Sarae Naru, Kecamatan Macang Pacar, serta sejumlah area terdampak di Kabupaten Manggarai Barat.
Selain pemenuhan kebutuhan pangan dan logistik harian, TelkomGroup memperkuat sektor layanan kesehatan masyarakat melalui kerja sama dengan Kementerian Kesehatan. TelkomGroup menyiapkan bantuan berupa peralatan laboratorium medis dan unit sanitasi portabel yang dijadwalkan disalurkan pada 27 Agustus 2026 demi mendukung pemulihan fasilitas sanitasi dan kesehatan lingkungan di wilayah terdampak gempa NTT.






