Berita Viral Terkini

Perjuangan Mantri BRI Perempuan Membangun Ekonomi Desa di Pegunungan Toraja Utara

Bambang HandayaniPublished 27 Jul 2026 - 00.430 Reads
Bagikan WhatsAppX
Perjuangan Mantri BRI Perempuan Membangun Ekonomi Desa di Pegunungan Toraja Utara
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Elce Putri Bontong membuktikan bahwa peran perempuan dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan dapat menjangkau hingga ke wilayah terpencil. Sebagai seorang tenaga pemasar mikro atau Mantri PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, ia bertugas di Unit Bolu, Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, Provinsi Sulawesi Selatan. Wilayah kerjanya masuk dalam kategori Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), yang menuntut ketangguhan fisik maupun mental. Setiap hari, Elce harus menempuh medan yang tidak mudah untuk memberikan layanan keuangan secara langsung kepada masyarakat desa. Langkah ini bukan sekadar pemenuhan kewajiban profesi, melainkan sebuah kontribusi nyata dalam membuka akses perbankan bagi warga yang tinggal di kawasan pegunungan.

Perjalanan karier perbankan Elce bermula pada tahun 2013 ketika ia bergabung dengan BRI. Pada masa awal tersebut, ia bekerja di dalam ruangan sebagai seorang teller dan kemudian mendapatkan kepercayaan untuk mengisi posisi customer service. Pengalaman melayani berbagai kebutuhan nasabah di balik meja kantor ternyata menumbuhkan keinginan baru dalam dirinya. Ia merasa peran di dalam gedung sangat membatasi ruang geraknya karena hanya bisa menunggu kedatangan nasabah. Keinginan untuk memiliki jangkauan pelayanan yang lebih luas akhirnya terwujud pada tahun 2020. Saat itu, ia mengikuti proses rekrutmen Mantri BRI dan berhasil lolos hingga ditempatkan di wilayah Toraja. Keputusan ini diambil karena ia ingin menerapkan sistem jemput bola ke lapangan guna menemui nasabah yang memiliki kebutuhan finansial lebih beragam.

Dalam menjalankan tugasnya saat ini, Unit Bolu merupakan unit kerja kedua yang dipegang oleh Elce. Dari kantor unit tersebut, ia bertanggung jawab melayani nasabah yang berada di Desa Karre Pananian, Kecamatan Nanggala, Kabupaten Toraja Utara. Untuk mencapai desa binaannya, ia harus menempuh perjalanan sejauh kurang lebih 35 kilometer. Walaupun angka jarak tersebut mungkin terdengar biasa bagi masyarakat perkotaan, kondisi di lapangan sangat berbeda. Elce harus melewati jalanan pegunungan dengan medan yang menantang, menyusuri rute yang sepi, serta membelah kawasan hutan dan perbukitan. Sebagai seorang pekerja perempuan, rutinitas harian melintasi jalur sunyi tersebut tentu memiliki risiko tersendiri yang harus ia hadapi demi menjalankan tugas.

Also Read

Danantara Gabungkan Pelita Air dan Garuda Indonesia untuk Perkuat Penerbangan Nasional

Sesampainya di Desa Karre Pananian, Elce berhadapan dengan masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai petani dan peternak. Warga setempat banyak yang mengembangkan usaha peternakan babi dan kerbau. Untuk mendukung kegiatan ekonomi mereka, layanan keuangan utama yang disalurkan meliputi fasilitas pinjaman dan pembukaan tabungan. Dana pinjaman dari perbankan biasanya dimanfaatkan oleh para peternak untuk menambah modal usaha mereka. Modal tersebut digunakan untuk berbagai keperluan pengembangan ternak, mulai dari membeli indukan baru hingga proses penggemukan hewan. Melalui kucuran dana ini, skala usaha peternakan warga desa dapat terus bertumbuh seiring berjalannya waktu.

Tantangan Elce di desa tersebut tidak berhenti pada penyaluran kredit semata. Ia juga memiliki tugas penting untuk memberikan edukasi literasi keuangan, mengingat sebagian warga masih memiliki kebiasaan lama yakni menyimpan uang tunai di dalam rumah. Secara perlahan, ia meyakinkan masyarakat mengenai pentingnya menabung di bank demi keamanan. Guna menjawab kebutuhan transaksi warga tanpa harus turun gunung ke kantor cabang, Elce berinisiatif menghadirkan satu Agen BRILink di desa tersebut. Kehadiran agen ini sangat membantu masyarakat, terutama karena karakteristik orang Toraja yang banyak merantau dan bekerja di luar kota maupun luar pulau. Warga kini bisa dengan mudah mengambil uang atau menerima kiriman dana dari keluarga yang merantau tanpa perlu lagi menitipkan uang kepada orang lain.

Also Read

Mentan Amran Paparkan Pembenahan Tata Niaga Pangan di Kongres Umat Islam Indonesia

Bagi Elce, ada kebahagiaan yang tidak ternilai ketika ia melihat usaha nasabahnya mengalami kemajuan pesat. Ia merasa sangat bangga saat mendapati seorang peternak yang pada awalnya hanya memiliki satu atau dua ekor hewan, kemudian berhasil mengembangkan ternaknya hingga menjadi seratus ekor dalam waktu satu tahun setelah menerima pinjaman modal. Dedikasi pekerja seperti Elce ini sejalan dengan visi perusahaan. Corporate Secretary BRI, Dhanny, menjelaskan bahwa Mantri BRI tidak cuma bertugas menyalurkan pembiayaan, tetapi juga berperan sebagai penasihat keuangan yang mengawal usaha nasabah dari awal hingga berkembang. Menurutnya, kisah ini menegaskan bahwa perempuan mampu beradaptasi dan menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan melalui dedikasi yang tinggi di lapangan.

Berita Terbaru Lainnya

Paling Banyak Dibaca