Di bawah naungan langit Kampung Wae Moto, Nusa Tenggara Timur, seorang ibu bernama Veronika Reni memulai rutinitas hariannya dengan penuh harapan. Sejak fajar menyingsing, ia telah berada di kebun sayur kecilnya, merawat tanaman yang menjadi tumpuan hidup keluarga. Di balik peluh yang bercucuran, tersimpan sebuah tekad yang tak tergoyahkan. Veronika ingin memastikan putrinya, Citra, mendapatkan kesempatan untuk mengenyam pendidikan tinggi, sebuah kemewahan yang dulu tidak pernah dirasakannya sendiri.
Tekad kuat tersebut mendorong Veronika mengambil langkah berani pada tahun 2020. Ia menjadi perempuan pertama di Kampung Wae Moto yang mendaftarkan diri sebagai nasabah PNM Mekaar saat program itu pertama kali masuk ke wilayah mereka. Di saat warga lain masih ragu, Veronika melihatnya sebagai jembatan untuk mengubah nasib keluarga. Modal usaha yang diperolehnya digunakan untuk memperluas kebun sayur, yang kemudian menjadi mesin penggerak ekonomi demi membiayai sekolah sang anak.
Investor Domestik Topang IHSG di Tengah Aksi Jual Asing

Kerja keras Veronika akhirnya berbuah manis melalui prestasi luar biasa sang putri. Citra, yang kini menempuh pendidikan di kelas 6 SD Inpres Wae Moto, berhasil mempertahankan peringkat pertama di kelasnya selama lima tahun berturut-turut. Setiap lembar rapor berprestasi yang dibawa pulang Citra menjadi penawar lelah bagi Veronika. Kisah inspiratif ibu dan anak ini menjadi cerminan nyata dari peringatan Hari Anak Nasional ke-42 pada 23 Juli 2026, yang mengusung tema hangat "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan."
Dukungan terhadap mimpi Citra semakin diperkuat dengan hadirnya program PNM Scholarship 2026. Citra terpilih menjadi salah satu penerima beasiswa dari total 1.590 anak nasabah aktif Mekaar dan ULaMM di seluruh Indonesia. Beasiswa ini mencakup bantuan pendidikan dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Bagi Veronika, bantuan ini adalah berkah luar biasa yang meringankan beban pundaknya, memberikan jaminan bahwa pendidikan Citra tidak akan terputus di tengah jalan karena kendala biaya.
Pemerintah Pastikan TNI dan Polri Tidak Memiliki Wewenang Menagih Pajak

Direktur Utama PNM, Kindaris, menyatakan bahwa keberhasilan program pemberdayaan ekonomi perempuan tidak hanya diukur dari pertumbuhan bisnis semata, melainkan dari masa depan anak-anak mereka. Melalui pendampingan yang berkelanjutan, PNM berkomitmen untuk tidak hanya membantu usaha para ibu, tetapi juga menjaga agar anak-anak mereka tetap memiliki kesempatan untuk belajar. Ketika para ibu prasejahtera diberikan akses permodalan dan kepercayaan, mereka akan menggunakannya untuk membuka jalan yang lebih lapang bagi generasi berikutnya agar bisa bermimpi setinggi langit.






