Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral NewsBerita UtamaNewsPopuler
Beranda/Nasional

Perluasan Akses Pasar untuk Penguatan Investasi Industri Protein Nasional

Bambang HandayaniDiterbitkan 8 Agu 2026 - 02.30 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Perluasan Akses Pasar untuk Penguatan Investasi Industri Protein Nasional
Foto/Ilustrasi: ekonomi.republika.co.id.
A-A+

Pemerintah dan para pemangku kepentingan di sektor pangan terus berupaya merumuskan langkah taktis untuk memperkuat ketahanan pangan, khususnya terkait pemenuhan kebutuhan protein. Pada Kamis, 6 Agustus 2026, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Panggah Susanto menyampaikan pandangannya di Jakarta mengenai arah baru pengembangan industri protein nasional. Menurut Panggah, langkah penting yang harus segera diambil adalah memperluas akses pasar guna memperkuat investasi di sektor protein nasional. Pembukaan pasar yang lebih lebar dipercaya menjadi motor penggerak agar investasi dapat tumbuh berkelanjutan dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas nasional.

Investasi tidak sekadar dipandang sebagai masuknya dana segar, melainkan sebagai instrumen krusial dalam mempercepat adopsi teknologi dan meningkatkan efisiensi produksi. Kapasitas industri dalam memenuhi kebutuhan protein masyarakat sangat bergantung pada seberapa cepat sektor ini dapat memodernisasi dirinya. Panggah menjelaskan bahwa masuknya investasi membawa dampak berantai yang positif. Selain tambahan modal, investasi membuka peluang besar bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia, penerapan praktik-praktik terbaik di lapangan, serta peningkatan standar mutu produk protein nasional agar mampu bersaing.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral News

Sebagai rujukan konkret, transformasi yang telah terjadi pada industri ayam dapat dijadikan model pengembangan untuk subsektor protein lainnya. Saat ini, industri ayam nasional digerakkan hanya oleh dua perusahaan besar yang memanfaatkan investasi padat modal serta teknologi tinggi. Melalui pola kemitraan yang terstruktur, para peternak lokal dapat memperoleh akses langsung ke berbagai fasilitas penting, mulai dari bibit unggul, teknologi modern, dukungan pembiayaan, hingga kepastian pasar untuk menyerap hasil produksi mereka. Pendekatan kemitraan seperti ini dinilai sangat potensial untuk direplikasi pada subsektor lain seperti peternakan sapi, kambing, sektor perikanan, maupun sumber protein lainnya.

Baca Juga

IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.354,02 di Tengah Pelemahan Rupiah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.354,02 di Tengah Pelemahan Rupiah

Guna mempercepat pembentukan ekosistem protein nasional yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, kolaborasi dengan pelaku industri global menjadi hal yang tidak terhindarkan. Kemitraan strategis dengan perusahaan protein global dinilai mampu memangkas waktu pengembangan industri dalam negeri. Salah satu skema yang diusulkan adalah pembentukan perusahaan patungan atau joint venture. Melalui model kerja sama ini, posisi tawar Indonesia akan lebih kuat karena dapat memiliki kepemilikan saham atau equity stake serta menempatkan perwakilan dalam dewan direksi atau board seat. Hal ini memastikan kepentingan nasional tetap terjaga dalam setiap keputusan strategis.

Sejalan dengan pandangan tersebut, sebuah kajian dari Prasasti Center for Policy Studies menunjukkan bahwa pengembangan sektor protein tidak bisa lagi dilakukan secara parsial atau terpisah berdasarkan komoditas semata. Membangun ekosistem protein yang tangguh menuntut adanya integrasi yang menghubungkan seluruh rantai nilai. Rantai ini harus terhubung erat mulai dari penyediaan bibit dan benih, penyediaan pakan berkualitas, pemeliharaan kesehatan hewan, akses pembiayaan bagi pelaku usaha, proses produksi, pengolahan pascapanen, sistem logistik, distribusi yang efisien, hingga kepastian akses pasar bagi produk akhir.

Baca Juga

Kerugian Rakyat Akibat Mafia Beras Capai Rp 100 Triliun, Mentan Ungkap Modus Pelaku

Kerugian Rakyat Akibat Mafia Beras Capai Rp 100 Triliun, Mentan Ungkap Modus Pelaku

Di sisi lain, Indonesia sebenarnya memiliki modal dasar yang sangat kuat untuk membangun industri protein yang kompetitif di tingkat global. Keunggulan ini didukung oleh pasar domestik yang sangat luas serta keanekaragaman sumber protein yang melimpah di berbagai daerah. Namun, kajian dari Prasasti Center for Policy Studies mengingatkan bahwa strategi pengembangan tidak boleh disamaratakan. Setiap wilayah di Indonesia memiliki karakteristik geografis, sosial, dan potensi alam yang berbeda-beda, sehingga strategi yang diterapkan harus disesuaikan dengan keunikan dan kebutuhan masing-masing daerah agar hasilnya optimal.

Pada akhirnya, perwujudan ekosistem protein nasional yang tangguh dan terintegrasi ini membutuhkan kerja sama lintas sektor yang solid. Kolaborasi aktif antara pemerintah, dunia usaha, kalangan akademisi, lembaga riset, serta para pelaku usaha di lapangan menjadi syarat mutlak yang harus dipenuhi. Dengan sinergi yang kuat, perluasan akses pasar dan peningkatan investasi dapat berjalan beriringan untuk menjamin ketersediaan protein yang berkualitas dan terjangkau bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

investasiKemitraan StrategisIndustri ProteinKomisi IV DPR RI

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.354,02 di Tengah Pelemahan RupiahKerugian Rakyat Akibat Mafia Beras Capai Rp 100 Triliun, Mentan Ungkap Modus PelakuPemerintah Prioritaskan Insentif Kendaraan Listrik untuk Produk Bernilai Tambah TinggiPemerintah Salurkan Bantuan Modal Rp5 Juta untuk Dorong Pemulihan Ekonomi Penyintas Bencana di AcehKampanye Bebas Ponsel di Konser K-Pop Cortis Tuai Sorotan PenggemarSerangan Rudal dan Drone Houthi Tewaskan 58 Tentara Yaman, Terparah Sejak 2022Polisi Ungkap Kronologi dan Hasil Forensik Kematian Eks Istri Anggota Polri di MedanBareskrim Polri Usut Kasus Dugaan Penyelundupan 53 Ton Pasir Timah Ilegal di Belitung

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

Nasional

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

3 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

Ketenagakerjaan

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  3. 3Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan MaduraNasional 路 3 Agu 2026
  4. 4Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  5. 5Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026
Berita Utama
News

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap