Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral NewsBerita UtamaNewsPopuler
Beranda/Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2026 Capai 5,29 Persen, CORE Soroti Lapangan Kerja Formal

Uria KilaDiterbitkan 6 Agu 2026 - 09.32 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2026 Capai 5,29 Persen, CORE Soroti Lapangan Kerja Formal
Foto/Ilustrasi: ekonomi.republika.co.id.
A-A+

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal kedua tahun 2026 mencatatkan pencapaian yang cukup menarik perhatian berbagai pihak. Berdasarkan data terbaru, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 berhasil mencapai angka 5,29 persen. Angka realisasi ini terbilang cukup menggembirakan karena berhasil melampaui proyeksi yang telah dikeluarkan sebelumnya oleh Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia. Lembaga kajian ekonomi tersebut awalnya memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional untuk periode kuartal kedua tersebut hanya akan berada pada kisaran antara 4,8 persen hingga 4,9 persen. Direktur Eksekutif CORE Indonesia, Mohammad Faisal, mengungkapkan bahwa salah satu faktor pendorong utama di balik pencapaian pertumbuhan yang berada di atas perkiraan tersebut adalah performa dari konsumsi rumah tangga yang tercatat mampu tumbuh di atas lima persen. Hal ini menunjukkan tingkat belanja masyarakat masih cukup kuat menopang perekonomian.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral News

Namun demikian, jika dilihat secara lebih mendalam, pencapaian pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2026 ini sebenarnya menyimpan catatan yang perlu dicermati secara saksama oleh para pengambil kebijakan. Realisasi pertumbuhan ekonomi sebesar 5,29 persen pada kuartal kedua tersebut ternyata masih lebih rendah jika dibandingkan dengan capaian pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2026. Penurunan laju pertumbuhan dari kuartal pertama ke kuartal kedua ini menunjukkan adanya tren perlambatan yang sedang berlangsung. Oleh karena itu, Mohammad Faisal mengingatkan dan menyatakan bahwa pihak pemerintah sangat perlu untuk segera mengantisipasi adanya perlambatan pertumbuhan ekonomi yang lebih lanjut di masa mendatang. Langkah antisipasi ini penting agar tren penurunan tidak terus berlanjut pada kuartal-kuartal berikutnya.

Baca Juga

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29 Persen pada Kuartal II-2026, Penduduk Miskin Turun Jadi 22,93 Juta Orang

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29 Persen pada Kuartal II-2026, Penduduk Miskin Turun Jadi 22,93 Juta Orang

Selain masalah laju pertumbuhan, kualitas dari pertumbuhan ekonomi itu sendiri juga menjadi sorotan tajam dari CORE Indonesia. Salah satu indikator penting yang disoroti adalah bagaimana pertumbuhan ekonomi ini berdampak pada sektor ketenagakerjaan di tanah air. Saat ini, penurunan tingkat pengangguran memang dilaporkan telah terjadi di Indonesia. Akan tetapi, penurunan tingkat pengangguran tersebut ternyata belum sepenuhnya diikuti dengan adanya peningkatan penyerapan tenaga kerja di sektor formal. Mohammad Faisal mencatat bahwa situasi di lapangan menunjukkan masih banyak orang yang bekerja di sektor informal meskipun angka pengangguran secara umum mengalami penurunan. Hal ini menunjukkan adanya ketimpangan di mana lapangan kerja formal yang menawarkan stabilitas dan perlindungan lebih baik masih belum tumbuh optimal, sehingga pemerintah perlu memperluas ketersediaan lapangan kerja formal tersebut.

Untuk menjaga agar momentum pertumbuhan ekonomi nasional tidak kehilangan daya dorongnya, diperlukan strategi yang tepat dalam memperkuat sektor-sektor strategis. Dalam kaitan ini, Mohammad Faisal memberikan catatan penting bahwa penguatan ekspor manufaktur sangat diperlukan untuk mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi yang ada saat ini. Sektor manufaktur yang berorientasi ekspor dinilai memiliki peran krusial dalam memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional serta mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Dengan memperkuat kinerja ekspor pada industri manufaktur, Indonesia diharapkan dapat memitigasi dampak dari perlambatan ekonomi global dan domestik, sekaligus menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi agar tetap berada pada jalur yang positif.

Baca Juga

WIKA Kebut Pembangunan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan Paket 2A, Progres Capai 85,20 Persen

WIKA Kebut Pembangunan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan Paket 2A, Progres Capai 85,20 Persen

Di sisi lain, Mohammad Faisal juga sangat menekankan pentingnya aspek kualitas pertumbuhan yang tidak hanya dinilai dari angka-angka statistik semata. Ia mengingatkan bahwa pemerintah dan para pelaku industri harus mempertimbangkan serta memperhatikan dampak lingkungan dan juga dampak sosial yang ditimbulkan dari aktivitas ekonomi. Perhatian khusus mengenai dampak lingkungan dan sosial ini terutama harus diarahkan pada daerah-daerah penghasil tambang yang memiliki kaitan erat dengan program hilirisasi industri. Upaya hilirisasi dan eksploitasi sumber daya alam di daerah-daerah tersebut tidak boleh mengabaikan kelestarian ekosistem lokal serta kesejahteraan sosial masyarakat sekitar. Menurut Faisal, menjaga keseimbangan antara eksploitasi ekonomi dengan kelestarian lingkungan serta keadilan sosial adalah kunci untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berkelanjutan bagi Indonesia.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Lapangan Kerjapertumbuhan ekonomiEkonomi IndonesiaCORE Indonesiamohammad faisal

Berita Terbaru Lainnya

Alasan PT Freeport Indonesia Mengajukan Perpanjangan Izin Tambang Grasberg Lebih AwalEkonomi Indonesia Tumbuh 5,29 Persen pada Kuartal II-2026, Penduduk Miskin Turun Jadi 22,93 Juta OrangWIKA Kebut Pembangunan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan Paket 2A, Progres Capai 85,20 PersenBursa Efek Indonesia Masukkan Tiga Emiten Baru ke Daftar Saham HSCAsing Mulai Rotasi Portofolio ke Sektor Komoditas, Saham Tambang Jadi Incaran UtamaWall Street Ditutup Bervariasi, Saham SpaceX Merosot 14 PersenPermintaan Isuzu Traga AC Melonjak Tinggi, PT IAMI Pacu Kapasitas ProduksiKali Bekasi Tercemar Berat, DLH Kota Bekasi Desak Penanganan Lintas Daerah dan Imbau Warga Waspada

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

Nasional

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

3 Agu 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

Ketenagakerjaan

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

27 Jul 2026

Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai Keluhan

Berita

Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai Keluhan

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  3. 3Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan MaduraNasional 路 3 Agu 2026
  4. 4Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026
  5. 5Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026Ketenagakerjaan 路 27 Jul 2026
Berita Utama
News

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap