Sebuah insiden menegangkan menimpa maskapai penerbangan American Airlines setelah salah satu armada pesawat Boeing 737 miliknya terpaksa melakukan pendaratan darurat. Peristiwa ini terjadi sesaat setelah pesawat lepas landas dari Myrtle Beach, South Carolina, Amerika Serikat. Penyebab dari pendaratan darurat ini adalah tabrakan dengan sekawanan burung yang terjadi di udara. Peristiwa darurat tersebut dilaporkan terjadi pada hari Senin, 10 Agustus 2026 waktu setempat, dan sempat memicu kobaran api dari mesin pesawat.
Pesawat yang terlibat dalam insiden ini tengah mengoperasikan penerbangan dengan nomor American Airlines 1760. Berdasarkan jadwal penerbangan, pesawat tersebut semula direncanakan untuk terbang menuju Charlotte, North Carolina. Di dalam pesawat Boeing 737 tersebut, terdapat sebanyak 181 orang yang berada di dalamnya saat kejadian berlangsung. Sesaat setelah mengudara dan mengalami gangguan, pilot segera menghubungi petugas pengatur lalu lintas udara untuk melaporkan situasi darurat. Melalui komunikasi radio, pilot menyatakan, "Mayday, mayday, mayday. Kami mengalami masalah pada mesin pesawat." Laporan ini sejalan dengan kesaksian dari pilot lain yang melihat pesawat tersebut menabrak burung, setidaknya pada bagian mesin sebelah kiri saat lepas landas.
Dampak dari tabrakan dengan kawanan burung tersebut langsung memicu situasi darurat yang terlihat jelas baik dari dalam maupun luar pesawat. Salah seorang penumpang yang berada di dalam penerbangan tersebut, Patrick Gotwalt, sempat merekam sebuah video yang memperlihatkan kobaran api keluar dari mesin pesawat. Sementara itu, seorang saksi mata di darat bernama Lindsey Mackey juga melaporkan bahwa dirinya mendengar beberapa kali suara ledakan keras. Tidak hanya mendengar ledakan, Lindsey Mackey juga melihat adanya kilatan api berwarna oranye dari sisi sayap kiri pesawat tersebut.
Rencana Pembatasan Konsumsi Pertalite, Penjelasan Pemerintah Terkait Jadwal dan Sasaran

Meskipun mengalami situasi yang membahayakan dengan kondisi mesin yang bermasalah, pesawat akhirnya berhasil kembali dan mendarat dengan selamat di Bandara Myrtle Beach. Beruntung, tidak ada laporan mengenai adanya korban luka di antara 181 orang yang berada di dalam pesawat tersebut. Setelah pesawat berhasil mendarat, pihak maskapai American Airlines langsung mengambil tindakan dengan mengeluarkan pesawat tersebut dari layanan operasional untuk sementara waktu. Hal ini dilakukan agar tim perawatan dari maskapai dapat melakukan pemeriksaan teknis secara menyeluruh terhadap kondisi pesawat. Di sisi lain, petugas operasional bandara juga menemukan banyak sisa-sisa burung yang berserakan di landasan pacu setelah insiden terjadi.
Menanggapi kejadian ini, Federal Aviation Administration (FAA) selaku otoritas penerbangan di Amerika Serikat memberikan konfirmasi bahwa awak pesawat memang melaporkan adanya tabrakan dengan burung selama proses keberangkatan. FAA menyatakan bahwa mereka akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengusut insiden ini. Dalam dunia penerbangan, sisa-sisa hewan yang ditemukan setelah mengalami tabrakan dengan pesawat memiliki istilah khusus, yaitu dikenal sebagai "snarge".
Rencana Pembatasan Pertalite agar Subsidi Energi Tepat Sasaran

Sisa-sisa burung yang ditemukan oleh petugas operasional di landasan pacu Bandara Myrtle Beach biasanya akan dikirimkan ke laboratorium Smithsonian Institution yang terletak di Washington DC. Di laboratorium tersebut, sisa-sisa burung akan dianalisis untuk mengidentifikasi spesies burung yang terlibat dalam tabrakan. Insiden semacam ini merupakan salah satu tantangan dalam keselamatan penerbangan. Berdasarkan basis data yang dimiliki oleh FAA, tercatat ada lebih dari 24.000 insiden tabrakan antara pesawat dengan satwa liar yang dilaporkan terjadi di wilayah Amerika Serikat sepanjang tahun 2025.






