Kepolisian Sektor (Polsek) Abiansemal mengamankan lima orang laki-laki dewasa yang diduga kuat sebagai pelaku aksi pengeroyokan terhadap tiga orang di kawasan Abiansemal, Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Kelima terduga pelaku tersebut kini harus meringkuk di sel tahanan Kepolisian Sektor Abiansemal guna menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak penyidik. Aksi kekerasan yang dilakukan secara bersama-sama ini dilaporkan dipicu oleh masalah yang sepele, yakni lantaran para korban menolak untuk memberikan ayam yang mereka bawa kepada para pelaku yang mengadang mereka di jalan.
Peristiwa pengeroyokan yang menggegerkan warga setempat ini terjadi pada hari Selasa (18/8) pukul 02.00 WITA. Kejadian bermula ketika salah satu korban tengah mengendarai mobil yang digunakan khusus untuk mengangkut ayam. Di tengah perjalanan, kendaraan pengangkut ayam tersebut tiba-tiba diberhentikan secara paksa oleh sekelompok orang yang tidak dikenal. Kelompok orang tersebut kemudian meminta paksa ayam yang diangkut di dalam mobil tersebut. Namun, karena permintaan itu ditolak oleh korban, situasi pun mulai memanas. Saat itu, korban sempat menyadari bahwa kendaraannya ditendang oleh salah satu orang dari kelompok tersebut. Korban sempat bertanya mengenai siapa yang menendang mobilnya, tetapi karena tidak ada satu pun dari mereka yang menjawab pertanyaan tersebut, korban akhirnya memutuskan untuk langsung melanjutkan perjalanannya menuju kandang ayam.
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Dorong Penguatan Industri Kendaraan Listrik Nasional

Sekitar 15 menit setelah korban tiba di area parkir kandang ayam broiler yang terletak di Banjar Batu Bayan, Desa Taman, Kabupaten Badung, situasi ternyata belum sepenuhnya aman. Tidak berselang lama setelah kedatangan korban, sekelompok orang dalam jumlah yang cukup banyak mendatangi lokasi area parkir kandang ayam tersebut. Kerumunan massa ini kemudian bertanya kepada korban mengenai siapa orang yang baru saja melintas di jalan tersebut sebelumnya. Tanpa menaruh curiga berlebih, korban langsung menjawab dengan jujur bahwa dialah orang yang baru saja melintas. Begitu mendengar jawaban dari korban, gerombolan orang tersebut tanpa basa-basi langsung melakukan aksi pengeroyokan secara membabi buta terhadap para korban yang ada di lokasi tersebut. Tiga orang pria yang menjadi korban kekerasan dari orang-orang tidak dikenal ini masing-masing diketahui berinisial INP yang berusia 45 tahun, INPA yang berusia 28 tahun, serta PAS yang berusia 29 tahun.
Akibat dari aksi pengeroyokan yang dilakukan secara membabi buta oleh sekelompok orang tersebut, ketiga korban mengalami sejumlah luka fisik yang cukup serius di beberapa bagian tubuh mereka. Korban pertama, yaitu INP yang berusia 45 tahun, mengalami luka memar pada bagian rahang sebelah kiri, leher sebelah kiri bagian belakang, serta pada bagian dadanya. Sementara itu, korban kedua berinisial INPA yang berusia 28 tahun mengeluhkan rasa sakit yang cukup hebat pada bagian perut kanan bawah serta menderita luka memar pada leher bagian kanan belakang. Korban ketiga, yakni PAS yang berusia 29 tahun, juga tidak luput dari amukan massa dengan mengalami luka memar serta luka pada bagian atas mata sebelah kanan.
Kapal di Laut Kepri Selundupkan 2,6 Ton Narkoba Cair Pakai Ruangan Tersembunyi

Terkait penanganan kasus pengeroyokan sopir pengangkut ayam ini, pihak kepolisian dari Polres Badung memberikan keterangan resmi. Pejabat Sementara (PS) Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, membenarkan adanya penangkapan terhadap para terduga pelaku. Ia menyampaikan bahwa pihak Kepolisian Sektor Abiansemal telah menetapkan lima orang tersangka yang diduga kuat terlibat langsung sebagai pelaku dalam kejadian kekerasan tersebut. Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti juga menegaskan bahwa seluruh tersangka yang telah ditetapkan oleh pihak kepolisian ini merupakan laki-laki dewasa. Saat ini, kelima tersangka tersebut masih ditahan di Polsek Abiansemal. Pihak kepolisian pun terus mendalami kasus ini guna menyelidiki serta memastikan peran dari masing-masing pelaku dalam aksi pengeroyokan tersebut, sekaligus mendalami motif utama yang mendasari tindakan kekerasan yang mereka lakukan terhadap ketiga korban.






