Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya secara resmi mengungkap motif di balik insiden pembacokan yang menimpa seorang petugas parkir valet oleh oknum penagih utang atau debt collector di wilayah Surabaya, Jawa Timur. Berdasarkan keterangan penyidik kepolisian, aksi kekerasan bersenjata tajam tersebut secara langsung dipicu oleh percekcokan dan perselisihan yang terjadi saat proses penarikan kendaraan bermotor. Kendaraan tersebut diketahui sedang menunggak pembayaran, sehingga pihak penagih utang berupaya melakukan penarikan secara paksa. Peristiwa kekerasan ini dengan cepat memicu ketegangan di tengah masyarakat serta menarik perhatian publik secara luas, terutama setelah munculnya ancaman pengerahan aksi massa berskala besar dari kelompok pesilat yang menuntut keadilan bagi korban.








