Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan SosialPopuler
Beranda/Ekonomi

Potensi Perdagangan Karbon Indonesia Capai Ribuan Triliun Rupiah

Bambang HandayaniDiterbitkan 27 Jul 2026 - 03.03 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Potensi Perdagangan Karbon Indonesia Capai Ribuan Triliun Rupiah
Foto/Ilustrasi: Detik
A-A+

Potensi ekonomi dari sektor perdagangan karbon di Indonesia menunjukkan angka yang sangat menjanjikan dan diproyeksikan bisa menjadi sumber pendapatan baru yang masif. Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur, mengungkapkan bahwa emisi gas rumah kaca yang selama ini menjadi masalah lingkungan sebenarnya dapat dikonversi menjadi kredit karbon. Kredit inilah yang kemudian dapat diperjualbelikan secara luas di pasar karbon. Dalam sebuah keterangan tertulis yang dirilis pada Minggu, 26 Juli 2026, ia bahkan mengibaratkan aktivitas ini sebagai sebuah perdagangan gaib. Istilah tersebut digunakan karena komoditas yang ditransaksikan tidak memiliki wujud fisik yang jelas, namun perputaran uang dan nilai harganya bisa menembus angka ribuan triliun rupiah.

Untuk merealisasikan potensi tersebut, pemerintah telah menyiapkan sejumlah program pemulihan lingkungan yang tidak hanya berdampak positif bagi alam, tetapi juga memiliki manfaat ekonomi secara langsung. Salah satu program yang ditawarkan adalah rehabilitasi kawasan ekosistem mangrove di berbagai wilayah. Penanaman dan pemeliharaan hutan bakau ini dinilai sebagai langkah strategis karena kemampuannya yang besar dalam menyerap polusi udara. Berdasarkan data yang disampaikan oleh Jumhur, pengelolaan kawasan mangrove seluas satu hektare saja sudah mampu menyerap hingga 3.000 ton karbon dioksida ekuivalen.

Lebih lanjut, skema bisnis dari pelestarian mangrove ini menawarkan imbal hasil yang sangat menggiurkan bagi pihak yang terlibat. Jumhur memaparkan bahwa proses penanaman hingga pemeliharaan satu hektare mangrove selama kurun waktu tiga tahun membutuhkan modal sekitar Rp 200 juta. Jika serapan 3.000 ton karbon dioksida tersebut dikonversi ke dalam nilai uang, keuntungannya bisa berlipat ganda. Saat ini, harga karbon di pasar internasional berfluktuasi mulai dari 7 hingga 10 dolar AS per ton, dan pada kondisi tertentu bahkan bisa melonjak hingga mencapai 90 dolar AS per ton.

Baca Juga

Rusia Mau Bangun Pabrik Alumina di Kalimantan, Izin Hampir Final

Rusia Mau Bangun Pabrik Alumina di Kalimantan, Izin Hampir Final

Apabila menggunakan asumsi hitungan harga tengah yang moderat, yakni sebesar 30 dolar AS per ton, maka total pendapatan dari satu hektare mangrove bisa mencapai 90.000 dolar AS. Nilai tersebut setara dengan Rp 1,5 miliar. Artinya, dengan modal awal sebesar Rp 200 juta, sebuah proyek rehabilitasi mangrove dapat menghasilkan pendapatan hingga Rp 1,5 miliar hanya dalam waktu tiga tahun. Angka keuntungan yang fantastis ini pada akhirnya memicu ketertarikan yang sangat besar dari berbagai kalangan, termasuk para investor asing yang telah menyatakan minat terhadap perdagangan karbon di Indonesia.

Meskipun minat dari pemodal luar negeri terus berdatangan, Jumhur menegaskan bahwa peluang ekonomi ini harus dimanfaatkan terlebih dahulu oleh bangsa sendiri. Ia menyoroti bahwa perhatian berbagai negara saat ini tengah tertuju pada potensi karbon Indonesia. Sebagai Menteri Lingkungan Hidup, ia menaruh perhatian khusus agar masyarakat dan pelaku usaha dalam negeri ikut serta secara aktif dalam perdagangan ini. Pemerintah berkomitmen mengutamakan kepentingan bangsa Indonesia agar tidak hanya menjadi penonton di tengah potensi ekonomi yang sangat besar tersebut.

Baca Juga

Pertamina Targetkan Semua Bensin Berbasis Etanol 2 Tahun Lagi

Pertamina Targetkan Semua Bensin Berbasis Etanol 2 Tahun Lagi

Di sisi lain, pengembangan ekonomi karbon ini memiliki urgensi yang jauh lebih krusial terkait dengan kebutuhan pendanaan iklim berskala nasional. Berdasarkan dokumen Enhanced Nationally Determined Contribution (E-NDC), Indonesia memiliki target untuk menurunkan tingkat emisi gas rumah kaca pada tahun 2030 mendatang. Upaya pencapaian target pelestarian lingkungan tersebut diperkirakan akan menelan biaya yang sangat besar, yakni mencapai lebih dari Rp 50.000 triliun. Angka kebutuhan dana ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi kapasitas keuangan negara.

Mengingat besarnya biaya yang dibutuhkan, Jumhur mengakui bahwa pemerintah tidak mungkin menanggung beban finansial tersebut sendirian. Oleh karena itu, diperlukan berbagai skema pendanaan alternatif yang melibatkan partisipasi luas dari berbagai pihak. Skema perdagangan karbon, baik yang bersifat wajib (mandatory), kepatuhan (complient), maupun sukarela (voluntary), menjadi jalan keluar yang disiapkan. Seluruh mekanisme tersebut pada akhirnya bermuara pada satu tujuan utama, yakni menekan jumlah emisi yang terlepas ke udara sekaligus menyerap kembali emisi karbon demi memenuhi target iklim nasional.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

pasar karbonkredit karbonmangroveKementerian Lingkungan Hidupemisi gas rumah kaca

Berita Terbaru Lainnya

5 Hari Belum Padam, Kebakaran TPA Galuga Meluas hingga 7,1 HektareKebakaran di Sabana Pengol, Sebagian Akses Wisata Bromo DitutupTak Ada Erupsi Anak Krakatau Hari Ini tapi Masih Terjadi GempaKonektivitas Wilayah Transmigrasi, Menteri Transmigrasi Dorong Teknologi KedirgantaraanTiffany Young Gelar Konser Edge of Calm di Jakarta 19 September 2026PSS Sleman vs Madura United, Misi Bangkit Super Elang Jawa di MaguwoharjoRusia Mau Bangun Pabrik Alumina di Kalimantan, Izin Hampir FinalPertamina Targetkan Semua Bensin Berbasis Etanol 2 Tahun Lagi

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

Nasional

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

11 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  3. 3Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari PembeliNasional 路 11 Agu 2026
  4. 4Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  5. 5Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan Sosial

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap