Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri dan jajaran pimpinan militer ke kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (23/8/2026). Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari tersebut difokuskan untuk mengevaluasi sejumlah isu strategis nasional, khususnya percepatan penanganan bencana alam di beberapa wilayah Indonesia.
Berikut rangkuman pertanyaan kunci seputar agenda rapat koordinasi strategis di Hambalang tersebut.
Siapa Saja Pejabat yang Hadir di Hambalang?
Pertemuan di Hambalang melibatkan jajaran menteri koordinator teknis, pimpinan intelijen, sekretariat kepresidenan, hingga petinggi militer. Berdasarkan keterangan Sekretariat Kabinet, pejabat yang hadir meliputi:
Tuyul Tak Bisa Tembus Bank, Ini Penjelasannya!

- Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin
- Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Muhammad Herindra
- Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi
- Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya
- Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (BAPPISUS) Aris Marsudiyanto
- Panglima TNI beserta para Kepala Staf Angkatan
Apa Fokus Pembahasan Bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan?
Pada sesi terakhir pertemuan bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden Prabowo membahas tindak lanjut instruksi penyaluran dukungan logistik dan operasional ke wilayah Kalimantan serta Nusa Tenggara Timur (NTT). Distribusi bantuan tersebut difokuskan melalui jalur transportasi udara guna menjangkau lokasi-lokasi yang membutuhkan penanganan cepat.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menyampaikan apresiasi terhadap kesigapan personel TNI dan Polri yang bergerak cepat di berbagai sektor lapangan.
Sengaja Bakar Lahan, 72 Orang Jadi Tersangka Karhutla

Bagaimana Rencana Penanganan Karhutla di Kalimantan?
Untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan, rapat menetapkan sejumlah langkah intervensi berskala besar, yaitu:
- Penambahan 17 unit pesawat pemadam (water bombing) untuk operasi udara.
- Pengerahan 1.500 personel tambahan lengkap dengan perlengkapan perorangan ke titik-titik rawan.
- Pengiriman 200 unit pompa dan pipa instalasi air khusus untuk memadamkan titik api di bawah permukaan tanah (lahan gambut).
Apa Arahan Presiden untuk Penanganan Dampak Gempa di NTT?
Selain penanganan karhutla, Presiden Prabowo memberikan instruksi khusus terkait bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur. Kepala Negara meminta agar proses penanganan darurat bagi warga terdampak serta tahap rekonstruksi bangunan dan infrastruktur di NTT segera dipercepat guna memulihkan kehidupan masyarakat setempat.






