Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto saat ini memberikan perhatian yang sangat serius terhadap upaya percepatan pembangunan Bandara Bali Utara. Perhatian khusus dari Kepala Negara ini menjadi sinyal kuat bahwa proyek infrastruktur strategis tersebut akan segera direalisasikan. Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, secara resmi mengonfirmasi bahwa Presiden telah memberikan arahan secara langsung kepada jajarannya untuk segera menindaklanjuti rencana pembangunan proyek strategis nasional yang berada di Pulau Dewata tersebut.
Kepastian mengenai adanya instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto ini disampaikan oleh Dudung Abdurachman ketika dirinya melangsungkan pertemuan penting di Bali pada hari Rabu. Dalam kunjungan kerjanya tersebut, Kepala Staf Kepresidenan mengadakan pertemuan tatap muka dengan para penglingsir puri se-Bali serta jajaran manajemen PT. BIBU Panji Sakti. Pertemuan yang membahas masa depan infrastruktur Bali ini diselenggarakan di Puri Ageng Buahbatuh, yang terletak di wilayah Kabupaten Gianyar, Bali.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh Dudung Abdurachman, respons cepat dari Presiden Prabowo Subianto ini muncul tidak lama setelah para raja-raja Bali atau penglingsir puri menyampaikan dukungan penuh mereka terhadap proyek tersebut. Dukungan dari para tokoh adat ini sebelumnya telah disampaikan kepada publik melalui media, yang kemudian langsung mendapat tanggapan positif dari Kepala Negara untuk segera dieksekusi oleh lembaga-lembaga terkait.
Lebih lanjut, Dudung Abdurachman menjelaskan kronologi turunnya arahan dari Presiden terkait proyek ini. Setelah mengetahui adanya dukungan kuat dari para penglingsir puri, Presiden Prabowo Subianto langsung bergerak dengan menghubungi Aries Marsudiyanto, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus). Presiden menginstruksikan agar rencana pembangunan Bandara Bali Utara segera ditindaklanjuti. Menindaklanjuti perintah tersebut, Aries Marsudiyanto kemudian menelepon Dudung Abdurachman untuk merumuskan langkah koordinasi selanjutnya.
Hari Ke-9 Kebakaran TPA Galuga Bogor, Api dan Asap Tak Lagi Terlihat

Sebagai bentuk realisasi konkret dari arahan Presiden tersebut, sebuah rapat koordinasi lintas instansi telah dijadwalkan untuk segera digelar. Rapat penting ini rencananya akan dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 30/7, tepat pada pukul 09.00 WITA, dan akan mengambil tempat di Jakarta. Pertemuan ini akan mempertemukan sejumlah pemangku kepentingan utama guna memastikan kelancaran proyek infrastruktur perhubungan udara tersebut.
Dalam rapat koordinasi yang akan digelar di Jakarta tersebut, Dudung Abdurachman dijadwalkan akan bertemu dan berdiskusi langsung dengan Gubernur Bali Wayan Koster, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, serta Kepala Bappisus Aries Marsudiyanto. Kehadiran para pejabat tinggi ini diharapkan dapat menyelaraskan program kerja dan mempercepat proses realisasi pembangunan bandara di lapangan, sesuai dengan instruksi yang telah diberikan oleh Presiden.
Pembangunan Bandara Internasional Bali Utara atau North Bali International Airport ini dirancang dengan tujuan utama untuk menciptakan keseimbangan pembangunan infrastruktur dan ekonomi di wilayah Bali. Selama ini, laju pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di wilayah Bali Selatan dinilai berkembang jauh lebih pesat dibandingkan dengan kawasan lainnya. Oleh karena itu, kehadiran bandara baru ini diharapkan mampu menjadi katalisator pemerataan ekonomi yang signifikan bagi masyarakat di kawasan Bali Utara.
Membaca Alasan Dipecatnya Purbaya dan Arah Kebijakan Fiskal di Bawah Kepemimpinan Suahasil

Pentingnya proyek ini juga tercermin dari masuknya rencana pembangunan Bandara Bali Utara ke dalam dokumen perencanaan strategis negara. Proyek infrastruktur ini telah ditetapkan sebagai bagian integral dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) untuk periode tahun 2025 hingga 2029. Dokumen perencanaan berskala nasional ini secara resmi disusun oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional atau Bappenas.
Untuk memastikan kelancaran dan memberikan kepastian hukum bagi pelaksanaan proyek, landasan hukum pembangunan Bandara Bali Utara juga telah diperkuat oleh pemerintah pusat. Presiden Prabowo Subianto secara resmi telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12/2025 pada tanggal 10 Februari 2025. Terbitnya peraturan presiden ini menjadi payung hukum yang sangat penting bagi seluruh tahapan pembangunan bandara ke depan.
Penandatanganan Peraturan Presiden tersebut pada dasarnya merupakan tindak lanjut nyata dari janji dan komitmen yang sebelumnya pernah diutarakan oleh Presiden Prabowo Subianto. Komitmen kuat untuk membangun North Bali International Airport tersebut secara terbuka disampaikan oleh beliau saat berada di kawasan Sanur, Bali, pada tanggal 3 November 2024.






