Benua Eropa tengah menghadapi dampak buruk dari perubahan iklim yang ekstrem sepanjang musim panas ini. Sebagai kawasan dengan laju pemanasan tercepat di dunia, Eropa dihantam gelombang panas ekstrem dan kebakaran hutan hebat, dengan Prancis serta Spanyol menjadi wilayah yang paling parah terdampak dalam beberapa pekan terakhir. Bencana ini tidak hanya mengancam keselamatan jiwa, tetapi juga memicu kerugian ekonomi yang sangat besar. Para ahli memperkirakan kerugian akibat rentetan kebakaran hutan pada musim panas ini telah melampaui 15 miliar euro atau setara dengan Rp309,3 triliun. Situasi ini mendorong Komisioner Lingkungan Uni Eropa untuk terus mendesak negara-negara anggota agar mengalokasikan lebih banyak anggaran demi menekan risiko kebakaran hutan di masa mendatang.








