Gelombang kritik keras dari publik tengah menyoroti tindakan sejumlah tenaga kesehatan (nakes) yang mencemooh curahan hati seorang pasien BPJS Kesehatan bernama Yurizal Tri Chaerawan. Kritik ini mencuat setelah curhatan Yurizal mengenai pelayanan rumah sakit yang dialaminya beredar di media sosial dan mendapat respons negatif dari para nakes. Menanggapi situasi tersebut, RSUP Dr. Sardjito mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan sementara seorang peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) berinisial EPR sejak hari Rabu, 5 Agustus. Langkah penonaktifan ini diduga kuat berkaitan erat dengan komentar nirempati yang diunggah oleh EPR melalui akun Threads pribadinya dengan nama pengguna @erudarahaadini.








