PT AirAsia Indonesia Tbk, perusahaan maskapai penerbangan yang melantai di bursa dengan kode emiten CMPP, mencatatkan kinerja keuangan yang penuh tekanan pada paruh pertama tahun ini. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, kerugian bersih atau rugi periode berjalan tercatat membengkak secara signifikan hingga mencapai angka Rp 1,45 triliun pada semester I-2026. Capaian negatif ini memperlihatkan lonjakan kerugian yang sangat tajam jika disandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pada semester I tahun lalu, perusahaan penerbangan tersebut mencatatkan rugi periode berjalan yang jauh lebih rendah, yakni sebesar Rp 785,84 miliar. Dengan selisih angka tersebut, kerugian yang ditanggung oleh PT AirAsia Indonesia Tbk mengalami peningkatan hingga sekitar 84,4 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy).








