Pasar keuangan Indonesia mengawali perdagangan pada hari Selasa (4/8) pagi dengan pergerakan nilai tukar rupiah yang berada di zona merah. Berdasarkan data perdagangan yang dirilis pada pagi hari ini, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp18.026 per dolar AS. Posisi mata uang Garuda tersebut menunjukkan pelemahan sebesar 29 poin atau setara dengan 0,16 persen jika dibandingkan dengan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya. Pelemahan ini mencerminkan tekanan awal yang dihadapi rupiah sejak pembukaan pasar.
Kondisi pelemahan yang dialami oleh rupiah ini sejalan dengan tren yang terjadi pada mayoritas mata uang di kawasan Asia. Beberapa mata uang di regional Asia terpantau turut mengalami koreksi di hadapan dolar AS pada perdagangan pagi yang sama. Yuan China tercatat melemah sebesar 0,05 persen terhadap dolar AS. Langkah penurunan ini juga diikuti oleh peso Filipina yang mengalami penurunan nilai sebesar 0,04 persen. Tren negatif di Asia ini berlanjut dengan ringgit Malaysia yang terkoreksi sebesar 0,05 persen, serta dolar Singapura yang turut melemah tipis sebesar 0,03 persen. Sementara itu, yen Jepang mencatatkan penurunan yang paling dalam di kawasan Asia dengan jatuh sebesar 0,30 persen. Di sisi lain, pergerakan dolar Hong Kong terpantau bergerak secara stabil tanpa mengalami perubahan yang signifikan.








