Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan SosialPopuler
Beranda/Nasional

Skandal Anggaran Pakan dan Standar Ideal Kesejahteraan Satwa di Kebun Binatang Surabaya

Bambang HandayaniDiterbitkan 25 Jul 2026 - 07.21 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Skandal Anggaran Pakan dan Standar Ideal Kesejahteraan Satwa di Kebun Binatang Surabaya
Foto/Ilustrasi: Kumparan
A-A+

Skandal dugaan korupsi yang menyeret mantan Direktur Utama Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (PDTS KBS) periode 2016-2024, Chairul Anwar, membuka mata publik tentang nasib satwa yang menjadi korban keserakahan manusia. Pihak kejaksaan menengarai bahwa pemotongan anggaran pakan satwa telah berdampak langsung pada rusaknya fasilitas, lingkungan yang kotor, hingga menurunnya kondisi kesehatan hewan-hewan di kawasan konservasi tersebut. Kasus ini memunculkan pertanyaan mendasar mengenai standar kelayakan hidup satwa yang seharusnya dipenuhi oleh pengelola kebun binatang.

Memenuhi kebutuhan perut satwa liar bukanlah perkara sederhana yang bisa diakali dengan pemangkasan dana. Pakar satwa dan dokter hewan dari Universitas Airlangga, Boedi Setiawan, memaparkan bahwa porsi makan harian hewan harus dihitung secara presisi berdasarkan bobot tubuhnya. Kebutuhan ideal berkisar antara lima hingga sepuluh persen dari total berat badan hewan tersebut. Sebagai gambaran, seekor harimau yang memiliki berat seratus kilogram wajib mendapatkan asupan makanan sebanyak sepuluh kilogram setiap harinya agar kesehatannya tetap terjaga.

Lebih jauh lagi, kualitas pakan tidak kalah penting dari sekadar kuantitas. Di habitat aslinya, harimau memangsa hewan utuh seperti rusa atau babi hutan lengkap dengan tulang-tulangnya yang kaya akan kalsium. Jika pengelola kebun binatang hanya memberikan daging murni, hewan buas ini berisiko tinggi mengalami hipokalsemia atau kekurangan kalsium. Kondisi ini sangat fatal karena dapat menyebabkan kelainan tulang, cacat fisik, hingga membuat harimau berjalan pincang. Untuk menyiasati biaya tanpa mengorbankan nutrisi, Boedi menyarankan pencampuran pakan, misalnya empat kilogram daging murni dipadukan dengan satu kilogram ayam utuh bertulang.

Baca Juga

Gunung Bromo Terbakar Lagi, Api Lahap Savana Pengol

Gunung Bromo Terbakar Lagi, Api Lahap Savana Pengol

Perhatian khusus juga wajib diberikan kepada kelompok herbivora seperti jerapah. Mamalia berleher panjang ini juga membutuhkan asupan dedaunan sebanyak sepuluh persen dari bobot tubuhnya. Cara penyajiannya pun tidak boleh sembarangan, pakan harus digantung di tempat yang tinggi untuk merangsang perilaku makan alami mereka seperti di alam liar. Selain urusan perut, perlindungan dari dalam tubuh melalui vaksinasi rutin mutlak diperlukan. Harimau, misalnya, rentan terhadap penyakit distemper sehingga membutuhkan jenis vaksin yang serupa dengan kucing peliharaan pada umumnya.

Kesejahteraan satwa juga sangat bergantung pada kebebasan mereka bergerak. Ruang gerak di lembaga konservasi yang rata-rata hanya berukuran seratus meter persegi tentu sangat kontras dengan wilayah jelajah di alam liar yang bisa mencapai tiga kilometer persegi. Oleh karena itu, kandang harus didesain agar hewan memiliki ruang yang cukup untuk berjalan maupun berenang. Menurut Boedi, indikator keberhasilan sebuah lembaga konservasi sangat sederhana, yakni jika hewan dipelihara dengan hati dan standar kesejahteraan yang baik, mereka akan memiliki tubuh yang berisi dan mampu berkembang biak secara rutin.

Baca Juga

Quiet Quitting, Mengapa Gen Z Memilih Bekerja Secukupnya di Tengah Tekanan Kerja

Quiet Quitting, Mengapa Gen Z Memilih Bekerja Secukupnya di Tengah Tekanan Kerja

Di tengah sorotan tajam publik, pihak PDTS KBS menepis tudingan penelantaran satwa. Direktur Operasional dan Umum PDTS KBS, Nurika Widyasanti, menegaskan bahwa rutinitas pemberian pakan tetap berjalan normal sebanyak dua kali sehari, yakni pada pagi dan sore hari sebelum perawat satwa pulang. Pihaknya juga mengklaim terus berupaya meningkatkan kualitas hidup hewan melalui program pengayaan yang mendorong satwa bertingkah laku alami. Nurika memastikan bahwa perawatan dan pemeliharaan di KBS saat ini masih berjalan optimal dan mematuhi kaidah kesejahteraan satwa, terlepas dari isu kekurangan pakan yang sedang ramai diperbincangkan.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Korupsi KBSKebun Binatang SurabayaKesejahteraan SatwaPakan HewanKonservasi

Berita Terbaru Lainnya

3 Tahun Buron, Erick Soedjasa Tersangka Penipuan Rp 37 M Ditangkap BareskrimMinyak Jelantah dari MBG Bakal 'Disulap' Jadi Avtur Ramah LingkunganPemerintah Dorong Efisiensi dan Transformasi Industri Nasional di IEE Engineering Week 2026Masih Kesulitan Bikin Laporan Keuangan Usaha? Coba Belajar AccuratePasar Otomotif Tumbuh, ACC dan TAF Targetkan Pembiayaan 500 Unit Kendaraan di GIIAS Bandung 2026MSIG Life Catat Laba Bersih Rp 181 Miliar pada Semester I 2026, Naik 69 PersenSidang Korupsi Kuota Haji, Kubu Gus Alex Minta Hakim Hadirkan Jokowi sebagai SaksiMadura United Bidik Kemenangan Lawan PSS Sleman demi Jaga Momentum

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

Nasional

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

11 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  3. 3Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari PembeliNasional 路 11 Agu 2026
  4. 4Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  5. 5Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan Sosial

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap