Perjalanan karier I Wayan Adi Arnawa menandai pergeseran dari pengelola birokrasi di balik meja menjadi pemegang kendali kebijakan Kabupaten Badung. Setelah bertugas selama tujuh tahun sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Badung pada periode 2017–2024, ia kini memimpin kabupaten terkaya di Bali tersebut sebagai bupati masa jabatan 2025–2030 bersama Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta, usai dilantik di Istana Kepresidenan Jakarta pada 20 Februari 2025.
Kiprah birokrasi pria kelahiran Pecatu, Kuta Selatan, 9 Maret 1966 ini berakar panjang. Berbekal latar belakang sarjana hukum dari Universitas Udayana, Adi Arnawa mengawali kariernya sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Sekretariat Wilayah Daerah Tingkat II Badung pada 1995 sebelum resmi diangkat menjadi PNS pada 1998. Modal rekam jejak tersebut membawanya melangkah ke gelanggang politik, di mana pasangan Adi Arnawa dan Bagus Alit Sucipta berhasil memenangi Pilkada 2024 dengan perolehan 221.802 suara sah atas dukungan koalisi PDI Perjuangan, Partai Demokrat, PBB, Perindo, dan Partai Gelora.
Memasuki kursi kepemimpinan daerah, Adi Arnawa mengusung visi pariwisata berkualitas berlandaskan nilai Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang diejawantahkan ke dalam misi Sapta Kriya Adi Cipta. Di awal masa jabatannya, perhatian utama langsung diarahkan pada tiga masalah krusial: penanganan kemacetan lalu lintas, tata kelola persampahan, dan perluasan akses air bersih. Kinerja tata kelola daerah ini tecermin dari raihan Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025 Kabupaten Badung yang mencapai skor 4,21.
Akun NASA Soroti Kebakaran Hutan di Indonesia yang Meluas

Untuk menyokong pembangunan, kekuatan fiskal Badung terus diperkuat. Pada tahun anggaran 2026, APBD Badung tercatat menyentuh angka Rp12,1 triliun. Sekitar 90 persen dari postur anggaran tersebut ditopang oleh Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata, seperti pajak hotel, restoran, serta BPHTB. Pada APBD Perubahan 2026, target PAD bahkan ditingkatkan dari pagu awal Rp9,5 triliun menjadi lebih dari Rp9,7 triliun, atau terdapat kenaikan sekitar Rp181 miliar.
Sebagian besar belanja daerah dialokasikan untuk pembenahan infrastruktur publik. Dalam APBD Perubahan 2026, Pemkab Badung mengucurkan Rp2,74 triliun atau 59,23 persen dari total belanja daerah khusus untuk pos infrastruktur. Pembangunan jaringan jalan juga dipacu lewat pembiayaan pinjaman senilai Rp2,8 triliun dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), termasuk untuk tiga ruas jalan strategis di wilayah Uluwatu dan Canggu. Menghadapi lonjakan arus kendaraan, pemerintah daerah juga menyiapkan kajian penerapan sistem jalan berbayar elektronik pada koridor Gatsu–Canggu–Munggu.
Listrik Mati 2 Kali Sebelum Kebakaran di Apartemen Pavilion

Di samping proyek fisik, program perlindungan sosial dan penguatan ekonomi warga mulai dijalankan secara bertahap sejak 2026. Pemerintah daerah menyediakan program beasiswa bagi pelajar SMA dan mahasiswa jenjang S1 dari keluarga petani serta nelayan. Mahasiswa penerima manfaat mendapatkan bantuan laptop di tahun pertama perkuliahan beserta jaminan biaya pendidikan penuh hingga sarjana dalam kurun empat tahun. Pelaku UMKM lokal turut difasilitasi akses pinjaman bersubsidi dengan plafon hingga Rp100 juta, serta penyaluran bantuan tunjangan hari raya keagamaan sebesar Rp2 juta per kepala keluarga bagi rumah tangga berpenghasilan di bawah Rp5 juta.






