Peristiwa gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026 memberikan dampak signifikan pada jalur logistik energi setempat. Salah satu sektor yang terganggu adalah jalur distribusi avtur menuju Aviation Fuel Terminal Komodo Labuan Bajo. Guna mengatasi tantangan ini, Pertamina Patra Niaga bergerak cepat menyiagakan pasokan avtur demi menjaga konektivitas udara di Bandara Komodo Labuan Bajo tetap berjalan selama masa pemulihan pascagempa.
Bagaimana gempa bumi memengaruhi jalur distribusi avtur yang biasa digunakan?
Gempa bumi M 7,7 tersebut merusak akses logistik utama maupun cadangan menuju Aviation Fuel Terminal Komodo Labuan Bajo. Jalur penyuplai yang terdampak mencakup rute utama yang berasal dari Fuel Terminal Reo serta rute alternatif yang dikirim dari Fuel Terminal Ende. Karena kedua jalur darat tersebut mengalami kendala akibat dampak gempa, pasokan avtur ke bandara tidak dapat dikirimkan melalui metode reguler.
Apa langkah darurat yang diambil Pertamina Patra Niaga untuk mengatasi kendala distribusi ini?
Cara Mendapatkan Pembiayaan Kendaraan Bermotor di BRI KKB National Expo 2026

Sebagai langkah cepat mengatasi hambatan logistik, Pertamina Patra Niaga menjalankan pola penyaluran darurat (emergency supply) yang bersumber dari Integrated Terminal Bima. Pengiriman avtur dari Bima menuju Labuan Bajo dialihkan menggunakan mobil tangki atau bridger avtur melalui jalur laut. Pertamina Patra Niaga mengonfirmasi bahwa penggunaan jalur laut ini membutuhkan waktu tempuh yang lebih lama dibandingkan dengan pengiriman dalam kondisi normal.
Mengapa pemeliharaan konektivitas udara di Labuan Bajo menjadi prioritas utama pascabencana?
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan bahwa dalam situasi pascabencana, konektivitas udara sangat mendukung pergerakan bantuan, personel kemanusiaan, pencarian dan pertolongan (SAR), penanggulangan bencana, serta penerbangan komersial. Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan avtur penerbangan menuju Labuan Bajo, Pertamina Patra Niaga juga memperkuat sinergi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS).
InJourney Group Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Warga Terdampak Bencana di NTT

Bagaimana Pertamina mengoptimalkan ketersediaan bahan bakar di tengah keterbatasan pengiriman langsung?
Selain mengandalkan pasokan darurat dari Bima, Pertamina Patra Niaga menerapkan strategi optimalisasi pasokan di bandara keberangkatan. Langkah ini dilakukan dengan menambah volume pengisian avtur pada pesawat di bandara asal sebelum terbang ke Labuan Bajo. Di samping itu, Pertamina memanfaatkan bandara alternatif di sekitarnya, seperti di Lombok, Kupang, dan Denpasar. Hingga kini, Pertamina Patra Niaga terus memantau secara ketat pasokan serta stok avtur di Labuan Bajo dan bandara-bandara pendukung di sekitarnya selama masa pemulihan.






