Berita Viral Terkini

Suhu Ekstrem Melanda California Selatan dan Potensi Bencana El Nino

Yolanda TobanPublished 26 Jul 2026 - 03.10 · 0 Reads
Bagikan WhatsAppX
Suhu Ekstrem Melanda California Selatan dan Potensi Bencana El Nino
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Wilayah California Selatan kini tengah berada dalam cengkeraman gelombang panas ekstrem yang mendorong suhu udara di daerah pedalaman melambung tinggi hingga menembus angka tiga digit Fahrenheit. Situasi terik yang tidak biasa ini memaksa otoritas setempat mengeluarkan peringatan resmi mengenai bahaya cuaca panas berlebih di sejumlah kawasan. Di tengah impitan udara pembakar ini, gambaran udara memperlihatkan barisan warga yang berbondong-bondong memadati pesisir pantai Encinitas, Amerika Serikat. Mereka memanfaatkan air laut sebagai tempat melarikan diri sementara dari sengatan matahari yang membakar kulit, sembari bersiap menghadapi cuaca panas berkepanjangan yang diperkirakan berlanjut sampai awal pekan depan.

Laporan dari Badan Cuaca Nasional Amerika Serikat (NWS) mengidentifikasi bahwa hari Kamis (23/7/2026) menjadi momen paling terik sepanjang gelombang panas ini berlangsung. Hal yang memprihatinkan, kelegaan yang dinantikan warga pada malam hari nyaris tidak terwujud karena suhu di kawasan lembah tetap bertahan jauh di atas ambang batas normal. Kondisi malam yang tetap hangat ini membuat penduduk lokal hanya mendapatkan sedikit kesempatan untuk memulihkan kondisi tubuh. NWS memperkirakan tren suhu tinggi dengan variasi harian yang sangat minim ini masih akan mendominasi wilayah tersebut dalam beberapa hari mendatang.

Also Read

Target Rumah Subsidi 2026 Terganjal Masalah Pasokan dan Harga Material

Fenomena gelombang panas ini bukanlah peristiwa tunggal, melainkan hasil interaksi rumit berbagai faktor alam. Menurut Profesor David Neelin, ilmuwan atmosfer dan kelautan dari University of California, Los Angeles (UCLA), kondisi ekstrem ini dipicu oleh perpaduan antara pola cuaca regional, pemanasan global jangka panjang, dan kehadiran fenomena El Niño di kawasan Samudra Pasifik. Peningkatan suhu ini tidak berhenti di daratan; perairan lepas pantai California Selatan, termasuk kawasan di sekitar Dermaga Scripps di San Diego, juga mencatatkan suhu permukaan laut yang melampaui rata-rata normalnya.

Profesor Neelin turut menyoroti ancaman serius berupa gelombang panas laut yang dapat dipicu oleh El Niño maupun kemunculan gumpalan air hangat berskala luas atau blob akibat perubahan arus laut dan kondisi atmosfer. Kenaikan suhu perairan ini menjadi ancaman nyata bagi keberlangsungan ekosistem bahari. Berbeda dengan manusia yang dapat mendinginkan tubuhnya melalui mekanisme keringat saat terpapar panas, organisme laut yang terus menerus terendam air hangat tidak memiliki pertahanan diri serupa. Kondisi ini membuat kehidupan laut menjadi jauh lebih rentan terhadap tekanan lingkungan yang ekstrem.

Also Read

Program Makan Bergizi Gratis Dongkrak Penjualan Perajin Tahu Tempe

Selain dampak langsung yang dirasakan saat ini, fenomena El Niño yang berpotensi menjadi sangat kuat ini juga menyimpan ancaman jangka panjang bagi musim dingin mendatang. Neelin menjelaskan bahwa semakin kuat intensitas El Niño, semakin besar pula peluang California Selatan diterjang musim dingin yang jauh lebih basah, bahkan berisiko memecahkan rekor curah hujan harian. Peningkatan intensitas hujan lebat ini diprediksi membawa ancaman banjir dan tanah longsor yang signifikan, terutama bagi wilayah-wilayah daratan yang selama ini jarang menerima sapuan hujan deras.

Berita Terbaru Lainnya

Paling Banyak Dibaca