Urusan membuang kantong sampah harian yang kerap dianggap sebagai pekerjaan rumah tangga paling sepele mendadak bertransformasi menjadi ladang bisnis baru yang diminati di China. Layanan berbayar untuk mengambil dan membuang sampah kini menjelma menjadi tren berlangganan yang laris manis di kalangan masyarakat perkotaan, khususnya generasi muda.
Promosi jasa ini marak bermunculan di berbagai platform media sosial dengan tarif yang terbilang terjangkau. Untuk layanan perorangan sekali jalan, penyedia jasa umumnya mematok tarif antara 3 hingga 5 yuan atau berkisar Rp6.600 hingga Rp11.000 per pengambilan. Selain opsi harian, tersedia pula paket berlangganan bulanan dengan tarif sekitar 100 yuan (sekitar Rp220.000). Dengan paket bulanan tersebut, sampah pelanggan dijemput setiap hari dan mereka cukup meletakkan kantong sampah di luar pintu unit hunian masing-masing.
Kala UMKM Lokal dan Disabilitas Kian Berdaya Lewat Bakti BCA

Kemunculan jasa ini menjadi bagian dari pertumbuhan sektor lazy economy atau ekonomi kepraktisan yang menyasar konsumen pencari kenyamanan, efisiensi waktu, serta penghematan tenaga. Selain faktor gaya hidup praktis, ketatnya aturan pemilahan limbah di perkotaan turut mendorong kebutuhan akan perantara pembuangan sampah. Di Shanghai, kota pertama di China yang mewajibkan pemilahan sampah rumah tangga, sejumlah kompleks perumahan menerapkan jadwal ketat pembuangan sampah yang hanya dibatasi selama dua jam di pagi hari dan dua jam pada malam hari.
Peluang ini dimanfaatkan dengan cepat oleh sejumlah pelaku usaha perorangan. Di Hangzhou, seorang penyedia jasa bernama Mihan berhasil mengumpulkan lebih dari 20 pesanan hanya dalam tiga hari setelah meluncurkan layanannya. Mihan menilai keterjangkauan harga menjadi kunci utama agar model bisnis ini dapat terus berkembang. Sebagai nilai tambah, ia bahkan sesekali membantu mengambilkan paket kiriman milik pelanggannya.
Pramono Umumkan Tarif Khusus LRT Jakarta Rp 8 Selama Delapan Hari

Sementara itu di Jiaxing, Provinsi Zhejiang, penyedia jasa bernama Fei membidik ceruk pasar yang berbeda. Fei mengarahkan layanannya kepada warga lanjut usia dengan keterbatasan mobilitas yang tinggal di lantai atas gedung apartemen tanpa fasilitas lift. Setelah membukukan tiga pesanan pada bulan pertamanya beroperasi, Fei kini merencanakan kolaborasi bersama komunitas lingkungan setempat guna memperluas jangkauan layanan bagi lansia.






