Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisPeristiwaNasionalInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiHiburanBeritaPopuler
Beranda/Nasional

Tantangan Pemadaman Kebakaran Bromo Saat Api Mulai Melompati Lautan Pasir

Yolanda TobanDiterbitkan 10 Agu 2026 - 10.20 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Tantangan Pemadaman Kebakaran Bromo Saat Api Mulai Melompati Lautan Pasir
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Kebakaran hutan dan lahan yang melanda kawasan Gunung Bromo selama lebih dari sepekan terakhir belum juga menunjukkan tanda-tanda akan mereda. Kobaran api yang awalnya terlokalisasi kini dilaporkan terus bergerak mendekati padang savana, sebuah bentang alam ikonik yang selama ini menjadi daya tarik utama bagi para wisatawan domestik maupun mancanegara. Fenomena yang paling mencemaskan dalam peristiwa kali ini adalah kemampuan api untuk melompati Lautan Pasir. Padahal, bentangan pasir yang luas tersebut secara teori berfungsi sebagai sekat alami yang seharusnya efektif menghalau dan menghentikan laju penyebaran api ke area lain.

Menanggapi situasi kritis ini, Daryono yang merupakan anggota dari Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) memaparkan analisisnya mengenai faktor-faktor yang mempersulit pengendalian kebakaran. Menurut penjelasannya, terdapat tiga faktor utama yang menjadi biang kerok di balik cepatnya penyebaran api di Bromo. Faktor pertama adalah kombinasi cuaca panas ekstrem yang melanda kawasan tersebut, yang secara langsung membuat vegetasi di sekitar gunung kehilangan kelembapan dan menjadi sangat kering. Kondisi vegetasi yang kering ini membuat tanaman sangat rentan tersulut api bahkan oleh percikan kecil sekalipun.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisPeristiwaNasionalInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiHiburanBerita

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap

Faktor kedua yang tidak kalah krusial adalah hembusan angin kencang di sekitar kaldera. Angin inilah yang bertanggung jawab membawa bara api terbang melintasi Lautan Pasir, melompati pembatas alami tersebut, dan menyulut titik api baru di seberangnya. Sementara itu, faktor ketiga adalah melimpahnya akumulasi bahan bakar alami berupa rumput dan semak belukar yang telah mengering di kawasan Bukit Teletubbies. Tumpukan material organik kering ini bertindak layaknya bahan bakar siap saji yang dengan cepat memperbesar kobaran api begitu tersentuh bara yang terbawa angin.

Baca Juga

Dugaan Korupsi Bansos 2024 di Labuhanbatu Selatan Seret Anggota Polisi

Dugaan Korupsi Bansos 2024 di Labuhanbatu Selatan Seret Anggota Polisi

Upaya pemadaman yang dilakukan oleh tim gabungan sebenarnya sudah diupayakan secara maksimal dengan mengerahkan berbagai lini pertahanan. Strategi pemadaman udara telah diterapkan melalui metode pengeboman air (water bombing) serta penggunaan drone penyemprot (drone spray). Di samping itu, petugas di lapangan juga terus melakukan pemadaman manual melalui jalur darat. Sayangnya, efektivitas operasi udara ini sering kali terganggu oleh kondisi cuaca yang ekstrem. Hembusan angin berkecepatan tinggi di sekitar puncak dan lereng Bromo terus memecah konsentrasi air yang dijatuhkan dari udara, sehingga air menguap atau tersebar sebelum sempat memadamkan titik api utama di darat.

Melihat kendala alam yang begitu besar, tim gabungan kini memfokuskan strategi pemadaman pada dua prioritas utama. Langkah pertama adalah berupaya keras memutus jalur rambatan api agar tidak terus meluas ke area vegetasi yang masih hijau. Langkah kedua adalah mengoptimalkan jalur-jalur evakuasi demi menjamin keselamatan para petugas pemadam maupun masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan terdampak. Sebagai bagian dari upaya melokalisasi kebakaran, pembuatan sekat bakar (firebreak) kini diprioritaskan di titik-titik rawan, salah satunya di sepanjang Jalur Lingkar Kaldera Tengger yang menjadi batas krusial pergerakan api.

Baca Juga

KPK Geledah 15 Lokasi Terkait Kasus Bupati Pemalang Nonaktif, Ini Rincian Hasilnya

KPK Geledah 15 Lokasi Terkait Kasus Bupati Pemalang Nonaktif, Ini Rincian Hasilnya

Dampak dari kebakaran yang belum terkendali ini juga memicu kekhawatiran besar terkait keselamatan publik, terutama bagi para pelaku industri pariwisata dan pengunjung. Opsi untuk melakukan penutupan total terhadap seluruh akses wisata ke Gunung Bromo kini menjadi pertimbangan kuat yang berpotensi besar untuk diambil oleh otoritas terkait. Penutupan ini direncanakan akan mencakup semua jalur masuk utama, termasuk rute populer melalui Cemoro Lawang dan Wonokitri. Langkah tegas ini dinilai perlu diambil demi memprioritaskan keselamatan jiwa di atas kepentingan ekonomi pariwisata.

Di sisi lain, bencana tahunan ini memicu diskusi yang lebih mendalam di kalangan akademisi dan praktisi kebencanaan mengenai pola penanganan kebakaran hutan di Indonesia. Para ahli menilai bahwa penanganan kebakaran hutan dan lahan di Bromo memerlukan pendekatan jangka panjang yang komprehensif, bukan sekadar tindakan pemadaman reaktif yang baru sibuk dilakukan ketika api sudah membesar dan sulit dikendalikan. Dalam konteks ini, IABI menekankan pentingnya penerapan empat pilar mitigasi kebakaran hutan dan lahan secara konsisten di kawasan Bromo agar kesiapsiagaan dapat dibangun jauh sebelum musim kemarau tiba.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Karhutlamitigasi bencanaKebakaran Bromo

Berita Terbaru Lainnya

Pasar Modal RI Menguat di Akhir Pekan, IHSG Ditutup pada Level 6.388 dan Rupiah Menguat ke Rp 17.890Syarat Saldo Minimal Nasabah Prioritas Bank Mandiri, BRI, dan BNI per Agustus 2026Dugaan Korupsi Bansos 2024 di Labuhanbatu Selatan Seret Anggota PolisiKPK Geledah 15 Lokasi Terkait Kasus Bupati Pemalang Nonaktif, Ini Rincian HasilnyaDua Belas Kecamatan di Kabupaten Tangerang Berstatus Waspada KekeringanMegawati Soekarnoputri Hadiri Peluncuran Buku Autobiografi Erros Djarot di JakartaChina Resmi Ubah Pulau Hainan Jadi Kawasan Pabean Khusus Senilai Rp2.011 TriliunKrisis Energi dan Kelangkaan Bahan Bakar, Kuba Bergantung pada Tenaga Surya China

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

Nasional

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

3 Agu 2026

Tantangan Industri Alat Kesehatan Lokal di Tengah Tekanan Biaya Impor dan Pelemahan Rupiah

Nasional

Tantangan Industri Alat Kesehatan Lokal di Tengah Tekanan Biaya Impor dan Pelemahan Rupiah

9 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  3. 3Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  4. 4Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026
  5. 5Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan MaduraNasional 路 3 Agu 2026