Pihak berwenang di Filipina mengambil langkah penghentian sementara kegiatan belajar mengajar di sekolah setelah kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Indonesia menyelimuti kawasan ibu kota Manila.
Peristiwa kabut asap lintas batas yang bersumber dari kebakaran lahan di Kalimantan ini mulai terpantau pekat di langit Manila sejak Selasa, 1 September. Emisi asap yang terbawa angin lintas batas negara tersebut memicu penurunan kualitas udara yang signifikan di kawasan perkotaan Filipina.
Polres Bogor Bongkar Peredaran Merkuri untuk Tambang Ilegal, 4 Orang Ditangkap

Kondisi udara di sejumlah wilayah terdampak dilaporkan telah mencapai level sangat tidak sehat hingga berada pada tingkatan berbahaya bagi kesehatan pernapasan. Kualitas udara yang memburuk secara cepat membuat otoritas setempat membatasi aktivitas publik di luar ruangan, termasuk meliburkan operasional sekolah guna meminimalkan risiko paparan polutan berbahaya terhadap anak-anak dan warga.
Gempa NTT, 3.645 Warga Sikka Masih Mengungsi, Mayoritas di Palue

Laporan mengenai dampak sebaran asap kebakaran hutan Kalimantan yang menjangkau wilayah Filipina ini disiarkan dalam program Squawk Box CNBC Indonesia pada Rabu (2/9/2026). Pergerakan kabut asap masih terus dipantau seiring dengan dinamika arah angin dan upaya pengendalian titik api di pulau Kalimantan.






