Wakil Menteri Agama (Wamenag) Muhammad Syafii menjenguk santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam yang menjalani perawatan di RSUD RT Notopuro, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, akibat dugaan keracunan setelah mengonsumsi paket Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam kunjungannya ke rumah sakit, Syafii memberikan santunan kepada para santri sekaligus menyampaikan doa dan penguatan moral agar mereka lekas pulih. Setelah dari RSUD, Wamenag melanjutkan kunjungannya langsung ke Pondok Pesantren Manbaul Hikam dan disambut oleh pimpinan pesantren, KH Abdul Wahid Harun.
Syafii menegaskan bahwa program MBG tetap sangat dibutuhkan dan diharapkan terus memberikan manfaat bagi lingkungan pesantren maupun madrasah. Terjadinya insiden kesehatan di Sidoarjo ini, menurutnya, harus dijadikan bahan evaluasi menyeluruh serta diiringi investigasi mendalam untuk memastikan penyebab pastinya.
Gunung Sinabung Berstatus Siaga, Warga Masih Nekat Masuk Zona Merah

Ia mencatat bahwa penyaluran makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait sebenarnya sudah berlangsung beberapa bulan tanpa kendala, dan persoalan baru muncul pada pengiriman kali ini. Berdasarkan keterangan awal, keluhan yang dirasakan para santri sebagian besar berkaitan dengan hidangan telur dan olahan sayuran, meski kepastian medis dan uji laboratorium masih terus ditelusuri.
Syafii menekankan bahwa evaluasi yang dilakukan pemerintah bertujuan untuk memperketat standar pengolahan, higienitas, dan keamanan pangan, bukan untuk menghentikan program MBG. Kementerian Agama juga terus menjalin komunikasi dengan kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru guna memastikan distribusi MBG dapat menjangkau madrasah dan pesantren, termasuk yang berada di kawasan terpencil.
Gus Ipul Catat Lebih dari 1,4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Main Judi Online

Peristiwa dugaan keracunan massal tersebut sebelumnya menimpa santri Ponpes Manbaul Hikam serta pelajar di 19 sekolah di kawasan Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo. Gejala seperti mual, muntah, dan pusing mulai dirasakan para korban usai menyantap paket makan siang pada Selasa (1/9) yang berisi nasi putih, orak-arik telur, tempe bumbu bali, tumis buncis baby corn, serta buah apel dari SPPG Kalitengah Tanggulangin.
Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo mencatat total korban terdampak mencapai 748 orang hingga Kamis (4/9). Dari jumlah tersebut, sebanyak 20 orang masih memerlukan perawatan intensif di rumah sakit, sementara 728 orang lainnya telah diizinkan pulang untuk menjalani rawat jalan.






