Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan bahwa potensi sumber daya perikanan laut Indonesia mengalami kerugian besar akibat maraknya pencurian ikan oleh sejumlah negara tetangga. Nilai ikan Indonesia yang dicuri tersebut diperkirakan menembus lebih dari Rp 200 triliun per tahun.
Pria yang akrab disapa Zulhas ini merujuk pada estimasi yang disampaikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Trenggono. Keterangan tersebut dipaparkan Zulhas saat menghadiri acara peluncuran buku bertajuk Pangan Indonesia: dari Piring Sehat ke Manusia Unggul di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (4/9). Ia membeberkan bahwa pencurian sumber daya laut Indonesia dilakukan oleh nelayan dari sejumlah negara, di antaranya Vietnam, Thailand, India, dan Jepang.
Ketimpangan Armada dan Lemahnya Daya Tawar
Menurut Zulhas, maraknya aksi pencurian ikan ini tidak terlepas dari ketimpangan kondisi armada laut antara nelayan domestik dan nelayan asing. Nelayan dari negara-negara tetangga dinilai lebih tangguh dan makmur karena telah ditunjang oleh kapal-kapal berukuran besar. Sebaliknya, nelayan Indonesia masih menghadapi keterbatasan sarana tangkap lantaran hanya memiliki kapal-kapal kecil, sehingga wilayah jelajah mereka terbatas di perairan dekat pantai.
Target Lifting Minyak 2027 Jadi 612.500 Barel per Hari, Mampukah Tercapai?

Selain persoalan keterbatasan kapasitas armada, nelayan Indonesia juga dihadapkan pada kendala lemahnya daya tawar saat menjual hasil tangkapan. Zulhas melihat bahwa ketiadaan dukungan dan posisi tawar yang lemah membuat nelayan lokal tetap memperoleh harga jual yang rendah, meskipun telah bekerja keras melaut untuk menangkap ikan.
Dampak terhadap Kemiskinan dan Pertumbuhan Ekonomi
Zulhas menegaskan bahwa rentetan masalah yang dihadapi kalangan nelayan memiliki dampak berantai yang sangat luas. Kerugian dari pencurian sumber daya perikanan serta rendahnya kesejahteraan nelayan secara langsung memengaruhi pertumbuhan ekonomi nasional dan memperparah masalah kemiskinan.
Purbaya Minta Pemda Tak Buru-buru Terbitkan Obligasi, Pramono, Tetap Saya Ajukan

Kerentanan ekonomi tersebut membuat para nelayan sangat membutuhkan intervensi dan uluran tangan dari pemerintah. Zulhas menyebutkan bahwa nelayan di tanah air memerlukan bantuan beras dan bantuan tunai agar dapat terus bertahan hidup, memenuhi kebutuhan makan keluarga sehari-hari, serta memastikan anak-anak mereka tetap dapat bersekolah.






