Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta masyarakat aktif melakukan langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul munculnya titik api di sejumlah wilayah Indonesia. Warga diimbau untuk menghentikan berbagai kebiasaan yang berpotensi memicu kobaran api di lingkungan sekitar.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menekankan pentingnya menghindari aktivitas pembakaran sampah terbuka, baik di area perumahan maupun di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Selain itu, masyarakat diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan yang kerap menjadi pemicu kebakaran di lahan kering.
Home Industry Vape Isi Etomidate di Jaksel, WN Malaysia Ditangkap

Bagi masyarakat yang tengah melakukan aktivitas luar ruang, wisata alam, atau berkemah, BNPB mengimbau agar selalu memastikan api unggun dan sumber api lainnya telah padam sempurna sebelum lokasi ditinggalkan. Pengawasan terhadap pembukaan lahan juga diperketat sejalan dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2026 tentang pencegahan dan penanggulangan karhutla, yang secara tegas melarang pembukaan lahan dengan cara membakar.
BNPB turut mendorong pemerintah daerah untuk melakukan langkah mitigasi teknis, seperti pembasahan berkala pada area TPA dan pengawasan ketat terhadap larangan pembakaran sampah di kawasan permukiman.
Suku Dayak Pedalaman Dapat Privilege, Pendek & Bertato Bisa Masuk TNI

Untuk warga di wilayah yang sudah terdampak asap karhutla, Berton menyarankan penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Apabila menemukan titik api, potensi kebakaran, atau kondisi darurat lainnya, masyarakat diminta segera melapor melalui saluran siaga Call Center BNPB di nomor 117 atau menghubungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.






