Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama tim gabungan memutuskan untuk mengosongkan Desa Payung dan Desa Kuta Tengah di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Langkah evakuasi cepat ini diambil menyusul terjadinya erupsi Gunung Sinabung yang kembali memuntahkan material vulkanik setelah terakhir kali meletus pada 2022.
Sebanyak 2.451 warga dari kedua desa tersebut dijadwalkan mengungsi guna menghindari ancaman bahaya material erupsi. Berdasarkan data penanganan bencana, rombongan warga terbagi menjadi 2.051 jiwa dari Desa Payung yang diarahkan menuju Desa Batukarang, serta 400 jiwa dari Desa Kuta Tengah yang dievakuasi ke Desa Sukatepu.
Erupsi Gunung Sinabung yang berada di wilayah Desa Ndokum Siroga, Kecamatan Simpang Empat, terjadi pada Senin (31/8/2026) pukul 10.17 WIB. Letusan tersebut menghasilkan kolom abu tebal berwarna hitam dengan ketinggian mencapai 3.500 meter di atas puncak gunung. Berdasarkan pengamatan visual, sebaran kolom abu vulkanik bergerak mengarah ke timur dan tenggara.
Foto, Salat Istisqa di Masjid Al-Azhar, Memohon Hujan di Tengah Kebakaran Hutan

Kenaikan Status Menjadi Siaga dan Antisipasi Letusan Lanjutan
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) secara resmi menaikkan tingkat aktivitas Gunung Sinabung dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga). Perubahan status Siaga ini diberlakukan terhitung sejak Senin (31/8/2026) pukul 12.30 WIB. Tingkat aktivitas Level II sendiri tercatat telah disematkan pada gunung api tersebut sejak 17 Mei 2023.
Sebelum letusan terjadi pada Senin pagi, tercatat adanya peningkatan aktivitas kegempaan yang signifikan, meliputi 85 kali gempa vulkanik, 1 kali gempa hembusan, dan 1 kali tremor harmonik. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan bahwa peristiwa ini merupakan erupsi pembuka, dengan potensi letusan yang lebih besar masih dapat terjadi di masa mendatang.
Pelaku Pembakaran Hutan dan Lahan di Kawasan IKN Ditangkap Polsek Loa Janan, Kukar

Koordinasi Logistik Pengungsian
Untuk mendukung keselamatan warga, BPBD Provinsi Sumatera Utara telah mendistribusikan tenda pengungsian ke Kabupaten Karo sebagai persiapan shelter sementara bagi masyarakat yang mengungsi. Tim Reaksi Cepat (TRC) lintas sektor yang didukung personel TNI dan Polri turut disiagakan guna memastikan proses pengosongan kedua desa berjalan lancar dan terkoordinasi.






