Bencana gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) menyisakan duka mendalam bagi pasangan Seriani Wati Mengo dan Siprianus Baeng. Rumah tinggal mereka di Kampung Nara, Dusun Wancang, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, rusak berat hingga rata dengan tanah, memaksa keluarga tersebut bertahan hidup di sebuah bekas kandang babi.
Bangunan rumah yang hancur tersebut sebelumnya didirikan dari hasil jerih payah merantau di Kalimantan selama sepuluh tahun. Namun, guncangan gempa membuat seluruh tabungan dan tempat tinggal yang mereka bangun selama satu dekade musnah dalam sekejap.
Seriani bersama suami dan ketiga anaknya sempat mengungsi ke posko penampungan pascagempa. Kendati demikian, mereka memutuskan pindah dan memperbaiki bekas kandang babi untuk dijadikan tempat berteduh sementara karena kondisi posko dinilai kurang layak, berdebu, dan rentan terdampak hujan saat cuaca memburuk.
49 Orang jadi Tersangka Kerusuhan Demo DPR Usai Pemeriksaan Ratusan Massa

Kehidupan keluarga ini kian terjepit lantaran aktivitas mata pencaharian mereka sebagai petani dan penenun terhenti total sejak bencana melanda. Di sisi lain, persediaan logistik mereka menipis drastis, dengan sisa beras bantuan yang hanya tersisa sekitar tiga kilogram.
Kebutuhan mendesak yang dihadapi keluarga ini mencakup bahan makanan pokok, obat-obatan, air bersih, serta biaya kelangsungan pendidikan ketiga anak mereka yang masing-masing duduk di kelas III SMA, kelas II SMP, dan seorang anak bungsu berusia enam tahun.
19 Perusahaan Penyebab Kebakaran Hutan Ditindak di Tujuh Provinsi

Seriani berharap pemerintah daerah maupun instansi terkait dapat turun langsung ke lapangan guna meninjau kondisi keluarganya, sekaligus memberikan bantuan perbaikan atau renovasi agar mereka dapat kembali memiliki hunian yang layak.






