Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasiKeuanganSainsEdukasiManajemenReligiBerita NasionalBerita DaerahBerita BudayaHukum & KriminalBeritaKetenagakerjaanPertanianEkonomi dan BisnisEkonomi & BisnisPopuler
Beranda/Megapolitan

Warga DKI Jakarta Keluhkan Kehilangan KJP Akibat Perubahan Data Desil Kesejahteraan

Uria KilaDiterbitkan 1 Agu 2026 - 08.34 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Warga DKI Jakarta Keluhkan Kehilangan KJP Akibat Perubahan Data Desil Kesejahteraan
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Program Kartu Jakarta Pintar (KJP) yang dijalankan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kini tengah menjadi sorotan akibat banyaknya warga yang mendadak kehilangan akses bantuan. KJP merupakan program strategis pemerintah daerah untuk memberikan akses pendidikan bagi warga berusia 6 hingga 21 tahun dari keluarga tidak mampu. Program ini bertujuan memastikan anak-anak dapat menuntaskan wajib belajar atau mengikuti program peningkatan keahlian. Pada tahun ini, KJP ditargetkan menjangkau sekitar 707.520 siswa. Namun, penerapan sistem pemeringkatan kesejahteraan baru memunculkan kendala bagi banyak penerima manfaat yang sebelumnya rutin mendapatkan dana bantuan pendidikan tersebut.

Persoalan ini bermula dari penggunaan sistem desil yang didasarkan pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Dalam sistem tersebut, seluruh penduduk diklasifikasikan ke dalam 10 kelompok desil untuk mengukur tingkat kesejahteraan rumah tangga. Secara prinsip, semakin kecil angka desil, maka semakin rendah pula tingkat kesejahteraan keluarga tersebut. Sebaliknya, kelompok desil 6 hingga 10 dikategorikan sebagai masyarakat dengan tingkat ekonomi yang dinilai lebih baik. Berdasarkan aturan yang berlaku, warga yang masuk dalam kategori desil di atas angka 5 tidak berhak lagi menerima program

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasi
bantuan sosial
dari pemerintah, termasuk bantuan KJP.

Dampak dari kebijakan ini dirasakan langsung oleh Lia, seorang ibu rumah tangga yang tinggal di sebuah rumah kontrakan di Jakarta Selatan. Saat menyerahkan berkas perpanjangan KJP anaknya ke sekolah pada Senin (27/7), ia terkejut karena pihak sekolah menyatakan anaknya tidak lagi memenuhi syarat. Keluarganya kini tercatat berada di desil 6. Padahal, kondisi ekonominya tidak mengalami perubahan; ia memiliki tiga anak yang masih bersekolah dan sepenuhnya mengandalkan penghasilan suami. Lia sempat disarankan untuk mengajukan penurunan desil melalui aplikasi Cek Bansos, namun proses tersebut memakan waktu tiga hingga enam bulan, bahkan bisa mencapai satu tahun.

Baca Juga

DTKJ Nilai Tarif Baru Transbandara Rute Blok M-Soekarno-Hatta Rp 15.000 Sangat Wajar

DTKJ Nilai Tarif Baru Transbandara Rute Blok M-Soekarno-Hatta Rp 15.000 Sangat Wajar

Kejadian serupa dialami oleh Nurlela, seorang warga Jakarta Utara yang usianya sudah lebih dari 50 tahun. Ia merasa kebingungan setelah mengetahui dirinya masuk ke dalam kategori desil 6. Nurlela merupakan seorang janda yang membesarkan dua anak seorang diri, tidak memiliki pekerjaan tetap, dan masih tinggal menumpang. Ia sebelumnya bekerja serabutan, namun penyakit pengapuran kini membatasi aktivitas fisiknya. Nurlela telah berupaya mendatangi kantor wali kota untuk menyanggah data tersebut, tetapi setelah menunggu selama tiga bulan, statusnya tetap tidak berubah dari desil 6. Ia berharap pemerintah dapat mendata kondisi warga secara adil sesuai realita di lapangan.

Menanggapi keluhan masyarakat, Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PAN, Oman Rohman, menyatakan bahwa transisi basis data dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) ke DTSEN menyebabkan banyak warga kehilangan haknya. Menurut Oman, banyak masyarakat yang kondisi ekonominya stagnan namun mendadak masuk ke kelompok desil tinggi. Ia meminta Pemprov DKI Jakarta segera berkoordinasi dengan Kementerian Sosial (Kemensos) agar proses sanggah warga dapat ditangani lebih cepat. Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta, Justin Adrian, juga mendesak Dinas Sosial DKI Jakarta untuk memperbaiki akurasi penetapan desil melalui validasi dan pemutakhiran data yang lebih optimal bersama Kemensos.

Baca Juga

Jadwal dan Lokasi Samsat Keliling Detabek serta Info Pajak Kendaraan

Jadwal dan Lokasi Samsat Keliling Detabek serta Info Pajak Kendaraan

Di sisi lain, Kepala Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik DKI Jakarta, Marulina Dewi, menjelaskan bahwa terdapat perbedaan periode pendataan yang memicu masalah ini. Saat ini, Pemprov DKI Jakarta masih menggunakan DTSEN periode Januari 2026 untuk proses verifikasi pendaftaran KJP. Sementara itu, Kemensos telah merilis data yang lebih baru, yakni periode Juli 2026. Untuk mengatasi perbedaan tersebut, pemerintah daerah sedang berkoordinasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) guna menyelaraskan data agar sesuai dengan pemutakhiran terbaru dari kementerian terkait.

Sebagai langkah antisipasi agar hak pendidikan anak-anak tidak terputus, Dinas Pendidikan DKI Jakarta telah menyiapkan mekanisme penyesuaian pendaftaran. Calon penerima KJP yang berdasarkan aplikasi Cek Bansos Kemensos sebenarnya berada pada desil 1 hingga 5, namun belum lolos verifikasi daerah karena perbedaan periode data, tetap diperbolehkan melanjutkan proses. Syaratnya, pendaftar harus melampirkan tangkapan layar hasil pengecekan desil terbaru dari aplikasi tersebut. Mekanisme ini diharapkan dapat memberikan solusi sementara bagi masyarakat sembari pemerintah terus melakukan penyelarasan data kesejahteraan.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

bantuan sosialPemprov DKI JakartaKemensosDPRD DKI JakartaKJPDTSEN

Berita Terbaru Lainnya

Bank Neo Commerce Buka Opsi Aksi Korporasi Penuhi Modal Inti KBMI IIRencana Eksplorasi Migas SAKA di Blok Pekawai Kalimantan TimurPerkembangan QRIS Antarnegara dan Fakta Menarik Transaksi Digital hingga Triwulan I 2026Gempa Dangkal Magnitudo 4,7 Guncang Kawasan Campi Flegrei di NapoliGelombang Migran Masuk Ceuta, 57 Orang Tewas dan Puluhan Ribu Dipulangkan ke MarokoKunjungi IKN, Rahayu Saraswati Takjub Air Keran Bisa Langsung DiminumPemasangan Pagar Tinggi di Sejumlah Mal Jakarta dan Surabaya Menjelang Agustus Jadi SorotanDTKJ Nilai Tarif Baru Transbandara Rute Blok M-Soekarno-Hatta Rp 15.000 Sangat Wajar

Paling Banyak Dibaca

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

Olahraga

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

Teknologi

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

25 Jul 2026

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

Politik

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  2. 2Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
  3. 3Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBAOlahraga 路 25 Jul 2026
  4. 4Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  5. 5Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid CloudTeknologi 路 25 Jul 2026
Keuangan
Sains
Edukasi
Manajemen
Religi
Berita Nasional
Berita Daerah
Berita Budaya
Hukum & Kriminal
Berita
Ketenagakerjaan
Pertanian
Ekonomi dan Bisnis
Ekonomi & Bisnis

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap