Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasiKeuanganSainsEdukasiManajemenReligiBerita NasionalBerita DaerahBerita BudayaHukum & KriminalBeritaKetenagakerjaanPertanianEkonomi dan BisnisEkonomi & BisnisPopuler
Beranda/Ekonomi

Warga Inggris Gunakan Tabungan untuk Bertahan di Tengah Lonjakan Harga Energi dan Perang Timur Tengah

Marthen PalutunganDiterbitkan 31 Jul 2026 - 12.20 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Warga Inggris Gunakan Tabungan untuk Bertahan di Tengah Lonjakan Harga Energi dan Perang Timur Tengah
Foto/Ilustrasi: kumparan.com.
A-A+

Perang di Timur Tengah telah mendorong harga bahan bakar naik sekitar 20 persen sejak Februari, yang pada akhirnya memaksa warga Inggris untuk mulai menggunakan tabungan mereka demi memenuhi kebutuhan hidup. Sejak pandemi COVID-19, rumah tangga di Inggris sebenarnya telah membangun bantalan keuangan yang kuat. Namun, situasi geopolitik saat ini menghapus harapan akan adanya penurunan suku bunga oleh Bank of England. Selain itu, masyarakat juga harus menghadapi peningkatan biaya kredit pemilikan rumah, inflasi yang menggerus pertumbuhan upah, serta lapangan pekerjaan baru yang semakin sulit diperoleh.

Meskipun kondisi perekonomian terasa suram, konsumen yang menyumbang sekitar 60 persen aktivitas ekonomi Inggris terpantau masih terus berbelanja. Untuk mempertahankan standar hidup dan menyerap dampak lonjakan biaya energi, masyarakat memilih untuk mengurangi tabungan mereka. Data Bank of England menunjukkan bahwa rumah tangga hanya menambah sekitar 6,3 miliar poundsterling ke dalam simpanan tunai dan deposito bank pada bulan Juni. Angka penambahan tersebut merupakan penurunan sebesar 20 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu. Walaupun nilai pada bulan Juni lebih tinggi dibandingkan bulan Mei, sebagian besar peningkatan berasal dari masyarakat yang memilih menyimpan uang tunai ketimbang menambah saldo rekening tabungan.

Tren penurunan ini juga sejalan dengan data resmi yang menunjukkan bahwa tabungan rumah tangga turun menjadi 44,5 miliar poundsterling pada kuartal pertama. Angka tersebut tercatat 14 persen lebih rendah dibandingkan dengan capaian setahun sebelumnya. Akibatnya, rasio tabungan rumah tangga Inggris kini turun di bawah 9 persen, setelah sebelumnya sempat berada di atas dua digit hingga memasuki tahun 2024. Kepala Ekonom Inggris Pantheon, Rob Wood, menyatakan bahwa konsumen berusaha meratakan dampak pelemahan pertumbuhan pendapatan riil dengan cara mengurangi tabungan. Wood menilai masyarakat memperlakukan guncangan pendapatan ini sebagai sesuatu yang bersifat sementara, yang juga sejalan dengan kondisi pertumbuhan ekonomi yang tetap tangguh.

Baca Juga

Sistem Koperasi Kakao Jembrana Stabilkan Harga Panen dan Tembus Pasar Ekspor

Sistem Koperasi Kakao Jembrana Stabilkan Harga Panen dan Tembus Pasar Ekspor

Tekanan untuk mengurangi tabungan tidak hanya terjadi pada kelompok menengah ke bawah, tetapi juga meluas ke kelompok berpenghasilan tinggi. Analisis terhadap data sentimen GfK menunjukkan bahwa di kalangan rumah tangga dengan pendapatan tahunan 35.000 poundsterling atau sekitar 46.500 dolar AS ke atas, niat untuk menabung turun ke level terendah dalam sekitar dua tahun terakhir. Kelompok berpenghasilan tinggi ini memberikan dampak yang sangat besar terhadap perekonomian negara, mengingat 20 persen rumah tangga teratas menyumbang sekitar 40 persen dari total pengeluaran. Direktur Consumer Insights GfK, Neil Bellamy, menjelaskan bahwa kelompok ini juga menjadi penyokong utama penjualan produk-produk bernilai besar, terutama barang premium seperti mesin kopi.

Perekonomian Inggris saat ini menunjukkan pola pemulihan berbentuk huruf K sejak pandemi COVID-19. Rumah tangga berpendapatan tinggi tetap bisa membelanjakan uang untuk perjalanan dan rekreasi, sementara kelompok masyarakat lainnya harus berjuang keras menghadapi kenaikan biaya hidup. Kendati demikian, ketahanan konsumen secara umum membantu melindungi perekonomian Inggris. Data penjualan ritel bulanan bahkan melampaui ekspektasi sebanyak lima kali sepanjang tahun ini. Belanja menggunakan kartu juga meningkat pada laju tercepat dalam sebelas bulan terakhir, yang didorong oleh antusiasme Piala Dunia 2026 serta cuaca cerah.

Baca Juga

Wakil Presiden Gibran Tinjau Pabrik Motor Listrik di Banten, Dorong Sinergi Pendidikan dan Industri

Wakil Presiden Gibran Tinjau Pabrik Motor Listrik di Banten, Dorong Sinergi Pendidikan dan Industri

Namun, bantalan tabungan yang dimiliki warga bisa jadi tidak akan cukup apabila gencatan senjata jangka panjang antara Amerika Serikat dan Iran tidak segera terwujud. Indikator Royal Automobile Club menunjukkan bahwa harga bensin masih berada di kisaran 158 pence per liter, tidak jauh dari puncak harga tahun ini. Merespons situasi tersebut, Perdana Menteri Andy Burnham mengambil langkah dengan memangkas pajak sebesar 5 persen atas tagihan energi. Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan ruang bernapas bagi kondisi keuangan rumah tangga, meskipun Bellamy mengingatkan bahwa kenaikan harga pangan dan harga energi akan terus menjadi faktor utama yang memengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat ke depannya.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Timur TengahTabunganEkonomiInggrisBank of EnglandBahan Bakar

Berita Terbaru Lainnya

Sistem Koperasi Kakao Jembrana Stabilkan Harga Panen dan Tembus Pasar EksporDominasi Pria di Pasar Kripto Indonesia dan Tingginya Kesadaran Risiko Investor PerempuanIHSG Bangkit Usai Melemah Enam Hari Beruntun, Asing Catat Beli Bersih Rp262 MiliarRugi Bersih AirAsia Indonesia Membengkak Jadi Rp 1,45 Triliun pada Semester I-2026Wakil Presiden Gibran Tinjau Pabrik Motor Listrik di Banten, Dorong Sinergi Pendidikan dan IndustriKasus Dugaan Pengeroyokan, Mantan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Nyumarno Ditahan di Lapas CikarangDBS Insights Forum 2026, Pelaku Pasar Tetap Optimistis Hadapi Dinamika Ekonomi IndonesiaHarga Resmi BBM di SPBU Pertamina, Shell, BP-AKR, dan Vivo Berlaku 31 Juli 2026

Paling Banyak Dibaca

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

Olahraga

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

Teknologi

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

25 Jul 2026

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

Politik

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  2. 2Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
  3. 3Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBAOlahraga 路 25 Jul 2026
  4. 4Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  5. 5Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid CloudTeknologi 路 25 Jul 2026
Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasiKeuanganSainsEdukasiManajemenReligiBerita NasionalBerita DaerahBerita BudayaHukum & KriminalBeritaKetenagakerjaanPertanianEkonomi dan BisnisEkonomi & Bisnis

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap