Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral NewsBerita UtamaNewsPopuler
Beranda/Nasional

Waspada Modus Penipuan AI Kuras Rekening, OJK Ungkap Ribuan Laporan

Yolanda TobanDiterbitkan 5 Agu 2026 - 17.00 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Waspada Modus Penipuan AI Kuras Rekening, OJK Ungkap Ribuan Laporan
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan masyarakat luas untuk semakin waspada terhadap maraknya penipuan yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Berdasarkan data yang dihimpun oleh Indonesia Anti-Scam Center (IASC), tercatat ada sebanyak 1.379 laporan penipuan yang terindikasi menggunakan teknologi AI sejak tanggal 22 November 2024 hingga akhir Juni 2026. Angka laporan yang signifikan ini menunjukkan bahwa ancaman penipuan berbasis kecerdasan buatan telah menjadi perhatian serius di tengah masyarakat.

Menanggapi fenomena ini, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen (PEPK) OJK, Dicky Kartikoyono, memberikan penjelasannya. Dicky Kartikoyono menyatakan bahwa teknologi AI pada dasarnya bukanlah penyebab utama dari terjadinya kasus penipuan tersebut. Sebaliknya, kecerdasan buatan ini bertindak sebagai alat bantu yang membuat skema atau modus kejahatan menjadi jauh lebih meyakinkan bagi calon korban. Selain itu, penggunaan teknologi ini juga membuat proses penipuan dapat dieksekusi dengan lebih cepat dan semakin sulit untuk dikenali oleh para korbannya.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral News

Dalam menjalankan aksinya, para pelaku kejahatan memanfaatkan kecerdasan buatan untuk memanipulasi berbagai identitas digital agar terlihat menyerupai aslinya. Pelaku dapat merekayasa berbagai bentuk identitas digital, seperti video, foto, suara, nomor telepon, nomor rekening bank, hingga dokumen-dokumen tertentu. Dari berbagai modus yang ada, jenis penipuan yang paling banyak dilaporkan oleh masyarakat adalah penipuan investasi yang menggunakan teknologi deepfake. Dalam modus ini, pelaku mencatut wajah dari tokoh-tokoh publik tertentu untuk meyakinkan korban agar mau menginvestasikan uang mereka.

Baca Juga

Rencana Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Aceh Barat dan Kendala Lahan yang Dihadapi

Rencana Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Aceh Barat dan Kendala Lahan yang Dihadapi

Selain penipuan investasi dengan deepfake, terdapat beberapa modus penipuan lain yang juga memanfaatkan teknologi AI. Modus-modus tersebut meliputi penipuan melalui robot trading yang berbasis kecerdasan buatan, penipuan belanja daring yang mengatasnamakan teknologi AI, hingga panggilan telepon palsu atau voice cloning. Melalui teknik voice cloning ini, pelaku dapat meniru suara maupun wajah dari korban sendiri atau dari pihak lain untuk mengelabui target penipuan mereka.

Sebagai langkah pencegahan, OJK mengimbau masyarakat untuk selalu berpegang pada prinsip 2L, yaitu Legal dan Logis. Masyarakat diharapkan selalu melakukan pengecekan dan verifikasi secara mendalam sebelum melakukan transaksi keuangan apa pun. Untuk mendukung hal ini, OJK juga sedang mengembangkan Anti-Scam Apps. Aplikasi ini nantinya dapat digunakan oleh masyarakat untuk memverifikasi berbagai indikasi penipuan yang berbasis AI. Selain itu, masyarakat juga dapat menghubungi Contact Center OJK di nomor 157 untuk memastikan legalitas dan kebenaran dari lembaga atau transaksi yang mereka temui.

Baca Juga

Gubernur Kalimantan Utara Promosikan Hilirisasi dan Energi Hijau di Apindo Expo 2026

Gubernur Kalimantan Utara Promosikan Hilirisasi dan Energi Hijau di Apindo Expo 2026

Lebih lanjut, Dicky Kartikoyono juga mengingatkan masyarakat agar menjaga kerahasiaan data pribadi mereka dengan tidak pernah memberikan PIN, kata sandi, kode OTP, maupun informasi pribadi lainnya kepada siapa pun, bahkan kepada orang yang sudah dikenal sekalipun. Jika masyarakat terlanjur menjadi korban atau mencurigai adanya transaksi yang mengarah pada penipuan, mereka diminta untuk segera menghubungi pihak bank atau penyedia jasa pembayaran terkait. Langkah cepat ini diperlukan agar transaksi dapat ditunda atau dana diblokir sebelum berpindah tangan. Selanjutnya, korban diminta segera melaporkan kasus tersebut kepada Indonesia Anti-Scam Center (IASC) dengan menyertakan bukti transaksi dan komunikasi yang ada, serta mengajukan laporan resmi kepada aparat penegak hukum.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

ojkKecerdasan BuatanPenipuan DigitalKeamanan Finansial

Berita Terbaru Lainnya

Rencana Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Aceh Barat dan Kendala Lahan yang Dihadapi47 Pemain Timnas U18 Putri Bersiap Hadapi Srikandi Merdeka Cup 2026Gubernur Kalimantan Utara Promosikan Hilirisasi dan Energi Hijau di Apindo Expo 2026Amerika Serikat Cabut Visa Duta Besar Brasil Buntut Perselisihan Rencana Kunjungan PemiluSpaceX Targetkan Tangkap Roket Ship pada Uji Coba Penerbangan Ke-14 Starship Akhir AgustusPolisi Geledah Kantor Pusat Starbucks Korea Terkait Kontroversi Promosi Tank DayOJK Pantau Pemenuhan Modal Minimum Delapan Perusahaan MultifinanceBursa Saham Asia Menguat Tajam Mengekor Rekor Baru Wall Street

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

Nasional

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

3 Agu 2026

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

Ketenagakerjaan

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

27 Jul 2026

Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai Keluhan

Berita

Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai Keluhan

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  3. 3Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026
  4. 4Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan MaduraNasional 路 3 Agu 2026
  5. 5Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026Ketenagakerjaan 路 27 Jul 2026
Berita Utama
News

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap