Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaTeknologiPendidikanKeuanganBusinessNationalPopuler
Beranda/Humaniora

Waspada Risiko Tipes akibat Perubahan Cuaca dan Ragam Komplikasinya

Yolanda TobanDiterbitkan 22 Agu 2026 - 11.31 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Waspada Risiko Tipes akibat Perubahan Cuaca dan Ragam Komplikasinya
Foto/Ilustrasi: mediaindonesia.com.
A-A+

Perubahan cuaca yang berlangsung tidak menentu kerap kali diikuti oleh peningkatan risiko terjadinya berbagai penyakit infeksi di tengah masyarakat. Salah satu penyakit infeksi yang sangat patut untuk diwaspadai di tengah kondisi perubahan cuaca tersebut adalah demam tifoid atau yang dikenal luas sebagai penyakit tipes. Penyakit demam tifoid ini diketahui secara spesifik menyerang saluran pencernaan manusia. Kemunculan dan peningkatan risiko penularan tipes terjadi akibat menurunnya sanitasi lingkungan di sekitar masyarakat serta menurunnya kebersihan pangan, yang membuat makanan maupun minuman menjadi sangat rentan tercemar.

Mengenai mekanisme masuknya penyakit tersebut ke dalam tubuh manusia, Dokter Spesialis Penyakit Dalam di RS Sari Asih Bintaro, Yoppi Kencana, memberikan penjelasan secara rinci. Yoppi Kencana menjelaskan bahwa bakteri penyebab tipes dapat masuk ke dalam tubuh seseorang melalui perantara makanan atau minuman yang telah terkontaminasi. Setelah masuk dan berhasil melewati organ lambung, bakteri penyebab tipes tersebut akan terus berkembang biak serta menyerang organ usus halus penderita.

Proses perkembangan infeksi bakteri tersebut kemudian menimbulkan dampak klinis yang signifikan pada tubuh. Dalam keterangannya di Tangerang, Banten, pada hari Senin (3/8/2026), Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Sari Asih Bintaro Yoppi Kencana menerangkan bahwa ketika bakteri Salmonella typhi menginfeksi dinding usus, kondisi tersebut memicu peradangan hebat yang mengganggu sistem pencernaan. Keberadaan infeksi Salmonella typhi pada dinding usus halus ini juga secara langsung memicu respons imunitas tubuh penderita, yang ditandai dengan timbulnya gejala demam tinggi serta rasa lemas ekstrem.

Baca Juga

Dave Bautista Resmi Gantikan Ryan Hurst Sebagai Kratos dalam Serial God of War

Dave Bautista Resmi Gantikan Ryan Hurst Sebagai Kratos dalam Serial God of War

Bahaya dari penyakit tipes tidak boleh disepelekan, terutama apabila peradangan yang terjadi tidak segera ditangani secara tepat. Menurut penjelasan Yoppi Kencana, peradangan yang dibiarkan begitu saja dapat terus mengikis lapisan dinding usus halus penderita. Kondisi pengikisan lapisan dinding usus tersebut berisiko menyebabkan perdarahan saluran cerna hingga menimbulkan komplikasi berupa perforasi usus atau kebocoran dinding usus, yang pada akhirnya membutuhkan penanganan melalui operasi darurat. Selain itu, komplikasi yang paling bahaya dari tipes adalah sepsis. Yoppi menegaskan bahwa sepsis merupakan kondisi berbahaya ketika infeksi bakteri telah menyebar luas ke dalam seluruh aliran darah.

Ancaman masalah kesehatan akibat faktor iklim dan lingkungan juga mendapat perhatian dari kalangan medis lainnya. Anggota Satgas Kesehatan Lingkungan dan Perubahan Iklim (KLPI) IDAI, Riyadi, menyampaikan bahwa perubahan iklim atau climate change secara nyata menyebabkan timbulnya berbagai masalah kesehatan. Terjadinya peningkatan suhu bumi memiliki dampak memperluas wilayah tropis di berbagai kawasan. Dampak dari perluasan wilayah tropis tersebut kemudian memicu penyebaran sejumlah penyakit infeksi lainnya, seperti penyakit malaria, DBD (demam berdarah), hingga penyakit diare yang mengancam kesehatan anak-anak.

Baca Juga

Duet Parathakorn Suyasri dan Luke Evan Moore Juarai Nomor Beregu The Indonesia Pro-Am 2026

Duet Parathakorn Suyasri dan Luke Evan Moore Juarai Nomor Beregu The Indonesia Pro-Am 2026

Tantangan dalam menanggulangi ancaman penyakit infeksi ini terus didorong melalui kerja sama regional dan internasional. Terkait hal tersebut, Indonesia secara resmi menjadi tuan rumah perhelatan ACPID 2026 yang diselenggarakan di Bandung. Kongres ACPID 2026 di Bandung ini berfokus pada kolaborasi Asia dalam menangani penyakit infeksi pada anak serta menghadapi berbagai ancaman kesehatan global. Di samping perhatian terhadap penyakit infeksi terkait lingkungan dan bakteri, PAPDI juga menegaskan pemahaman mengenai penyakit infeksi menular lainnya, dengan menyatakan bahwa penyakit campak bukan merupakan penyakit baru dan campak berbeda dari penyakit rubella maupun covid-19.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Kesehatan

Berita Terbaru Lainnya

Gempa M 5,8 Terjadi di Pandeglang Banten, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi TsunamiBRI Consumer Expo 2026 Goes to Citra City Sentul Hadirkan Promo KPR dan KKB MenarikTol Bayung Lencir-Simpang Ness Resmi Bertarif Mulai 21 Agustus 2026, Simak Rincian LengkapnyaDukung Kelola Kebutuhan Bisnis, Qlola by BRI Hadirkan New ExperienceMekaar InspirAksi, Kolaborasi Nasabah dan Karyawan PNM Perluas Dampak PemberdayaanKini Bukti Potong Pajak Pensiunan Dapat Diunduh Melalui TOS TASPEN untuk Kemudahan Lapor SPTSinergi Regulator dan Pelaku Industri Jadi Kunci Penguatan Aset Keuangan DigitalKPK Tetapkan Rektor Unsoed Tersangka Kasus Pemerasan dan Gratifikasi Penerimaan Mahasiswa Baru

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

Nasional

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

11 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

RMIT Dorong Industri Game Indonesia Naik Kelas di Tengah Potensi 153 Juta Pemain

Teknologi

RMIT Dorong Industri Game Indonesia Naik Kelas di Tengah Potensi 153 Juta Pemain

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari PembeliNasional 路 11 Agu 2026
  3. 3Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  4. 4Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  5. 5Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026
Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaTeknologiPendidikanKeuanganBusinessNational

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap