Menjelang malam, kawasan silang Monumen Nasional (Monas) yang terletak di Jakarta Pusat dipenuhi oleh lautan jemaah yang mengenakan pakaian serba putih. Puluhan ribu masyarakat memadati area tersebut pada hari Sabtu, 1 Agustus 2026, untuk mengikuti jalannya acara Zikir dan Doa Kebangsaan 2026. Kegiatan religius berskala besar ini diselenggarakan sebagai bagian penting dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Pihak panitia penyelenggara juga memasang layar videotron dan pengeras suara di sejumlah titik agar jemaah yang berada jauh dari panggung utama tetap dapat mengikuti rangkaian kegiatan. Sepanjang acara, lantunan selawat dan zikir terus menggema di kawasan Monas.
Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Dekananto Eko Purwono menjelaskan bahwa acara keagamaan ini diperkirakan diikuti oleh lebih dari 100 ribu peserta. Para jemaah yang hadir tidak hanya berasal dari kawasan Jakarta, tetapi juga datang dari wilayah Jawa Barat, Banten, serta berbagai daerah penyangga di sekitarnya. Dekananto juga mengingatkan seluruh personel kepolisian bahwa kegiatan ini merupakan agenda nasional yang membutuhkan pengamanan maksimal. Guna mengantisipasi kepadatan lalu lintas akibat pergerakan massa yang masif, Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengambil langkah antisipatif dengan mengerahkan sebanyak 135 personel ke lapangan. Selain itu, Dinas Perhubungan telah menyiapkan 19 titik kantong parkir di sekitar kawasan Monas serta menerapkan rekayasa lalu lintas demi kelancaran arus kendaraan.
Presiden Prabowo Subianto pada awalnya dijadwalkan untuk menghadiri acara Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas tersebut. Sebelum acara dimulai, Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Dekananto Eko Purwono sempat menyatakan bahwa Presiden Prabowo beserta sejumlah pejabat negara direncanakan hadir secara langsung. Namun, di tengah pelaksanaan acara, diumumkan bahwa Presiden Prabowo akhirnya batal menghadiri acara tersebut karena memiliki agenda kenegaraan lain yang sangat penting. Sebagai perwakilan, Menteri Agama Nasaruddin Umar kemudian menyampaikan salam dari Presiden Prabowo Subianto kepada seluruh jemaah dan masyarakat yang telah berkumpul. Nasaruddin menyebutkan bahwa Presiden sebenarnya memiliki keinginan besar untuk hadir bersama masyarakat pada malam tersebut.
Hari Ke-9 Kebakaran TPA Galuga Bogor, Api dan Asap Tak Lagi Terlihat

Suasana kebersamaan dalam peringatan HUT ke-81 RI ini semakin terasa dengan kehadiran para tokoh lintas agama. Tidak hanya umat Islam, sejumlah tokoh dari berbagai agama turut hadir dan duduk bersama di area utama acara. Dalam sambutannya di hadapan puluhan ribu jemaah, Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa kehadiran masyarakat majemuk dan tokoh lintas agama menjadi bukti kuatnya persatuan di tengah keberagaman Indonesia. Ia juga membagikan data resmi terkait perkembangan kerukunan umat beragama di tanah air. Berdasarkan catatan Kementerian Agama, Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) secara nasional mengalami peningkatan dari angka 76,47 pada tahun 2024 menjadi 77,89 pada tahun 2025.
Pencapaian Indeks Kerukunan Umat Beragama di angka 77,89 tersebut disampaikan oleh Nasaruddin Umar sebagai rekor tertinggi semenjak negeri ini berdiri. Selain peningkatan indikator kerukunan antarumat beragama, aspek spiritualitas masyarakat juga menunjukkan tren yang positif. Menteri Agama menambahkan bahwa Indeks Kesalehan Umat Beragama di Indonesia turut mengalami peningkatan hingga menyentuh angka 84,20 pada tahun 2025. Menutup sambutannya, Nasaruddin menyampaikan apresiasi kepada para tokoh agama yang dinilai terus konsisten dalam membina umat dan menjaga persatuan bangsa, mengingat kerukunan merupakan modal dasar bagi pembangunan nasional.
Serial Widow's Bay Mendominasi Emmy Awards 2026

Sementara itu, terkait dengan kesibukan agenda kenegaraan Presiden Prabowo Subianto, beberapa hari sebelum acara Zikir dan Doa Kebangsaan ini, Presiden sempat melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Jawa Tengah. Tepatnya pada hari Kamis, 30 Juli 2026, Presiden Prabowo meninjau ruangan saat peresmian revitalisasi Cagar Budaya Nasional Stasiun Semarang Tawang di wilayah Jawa Tengah. Dalam peninjauan di stasiun bersejarah tersebut, Presiden Prabowo Subianto turut didampingi secara langsung oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon serta Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.






